Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Nasional

Perkuat Kedaulatan Bangsa, Tim Ekonom Pancasila Serahkan Draft RUUPN ke KSP Dudung Abdurachman

Tim Ekonom Pancasila serahkan draf RUUPN ke KSP Dudung Abdurachman. Langkah besar perkuat kedaulatan ekonomi

Tayang:
Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/DOK. ISTIMEWA
AUDIENSI - Tim Ekonom Pancasila dan para dosen dari berbagai kampus yang dipimpin oleh Yudhie Haryono melakukan audiensi dan diskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Kedaulatan ekonomi nasional kini memasuki babak baru.

Tim Ekonom Pancasila dan kaukus akademisi lintas kampus secara resmi menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang Perekonomian Nasional (RUUPN) kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Langkah strategis ini merupakan respons atas permintaan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

Draf RUUPN tersebut dirancang sebagai kompas baru pembangunan nasional yang menitikberatkan pada kemandirian industri dan penguatan ekonomi rakyat di tengah gempuran dinamika global.

Tonggak Kebangkitan Ekonomi Pancasila

Penyusunan RUUPN ini bukan sekadar naskah akademik biasa. Naskah ini adalah kristalisasi dari ratusan temu ilmiah, 50 jurnal, dan ribuan artikel yang difasilitasi oleh lembaga Nusantara Centre.

"Kita perlu arah pembangunan ekonomi yang berbasis pada kedaulatan perencanaan dan kemerdekaan implementasi," tegas ekonom muda Agus Rizal saat memaparkan pokok-pokok RUUPN di hadapan Dudung Abdurachman. Ia menambahkan bahwa industrialisasi nasional dan penguatan koperasi menjadi pilar utama dalam draf tersebut agar warga negara benar-benar menjadi "tuan di negeri sendiri."

202605015-ksp-tim ekonomi-oke
FOTO BERSAMA - Tim Ekonom Pancasila dan para dosen melakukan foto bareng di depan kantor sekretariat presiden usai audiensi dan diskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Menanggapi hal tersebut, KSP Dudung Abdurachman menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, sinergi antara pemikiran strategis dari kaum intelektual dengan kebijakan negara sangat krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Baca juga: Polemik Retribusi Jalan Tembus Banyumas - Purbalingga Via Baturraden, Pengelola Buka Suara

Bedah Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo

Selain menyerahkan draf undang-undang, pertemuan tersebut juga membahas rencana peluncuran buku monumental berjudul Soemitro Djojohadikusumo: Anti Penjajahan.

Buku ini merupakan tafsir kontemporer atas pemikiran ekonomi ayah kandung Presiden Prabowo Subianto tersebut, yang selama ini dikenal konsisten melawan praktik neo-kolonialisme ekonomi.

Dudung Abdurachman menyatakan kesediaannya untuk hadir sebagai keynote speaker dalam agenda peluncuran yang diprediksi akan menjadi peristiwa besar.

Acara ini direncanakan melibatkan 700 peserta pilihan, mulai dari 100 ekonom, 100 dekan fakultas ekonomi, hingga 100 pelaku UMKM dari seluruh pelosok Indonesia.

Arus Balik Nusantaraisme

Ketua rombongan, Prof. Yudhie Haryono, menutup audiensi dengan menekankan pentingnya filosofi "5M" warisan pendiri bangsa, yakni Merdeka, Mandiri, Modern, Martabatif, dan Manusiawi.

Baca juga: Membangkitkan Kembali Gagasan Ekonomi Pancasila

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved