Rabu, 27 Mei 2026

Investasi Emas

Rupiah Melemah, Warga Semarang Pilih Simpan Uang dalam Bentuk Emas

Warga Semarang pilih memilih uang dalam bentuk emas di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi saat ini.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Rezanda Akbar D
TRANSAKSI EMAS - Warga Semarang berbelanja emas dan perhiasan di Mall 23 Semarang, Sabtu (23/5/2026). Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah, warga Semarang memilih menyimpan aset dalam bentuk emas. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Semarang memilih emas sebagai instrumen investasi di tengah gejolak ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah.
  • Mereka membeli emas dalam bentuk digital, batangan, atau juga perhiasan.
  • Selain itu, emas dinilai mudah dijual saat mereka membutuhkan uang tunai.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Di tengah gejolak ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah, warga Kota Semarang, Jawa Tengah, memilih menyimpan uang dalam bentuk emas.

Emas dinilai lebih aman menjaga nilai aset di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dan tekanan inflasi.

Ini pula yang membuat Elly Kusuma, warga Ngaliyan, Kota Semarang, berinvestasi emas.

Baca juga: Gegara Isu Tusuk Sate Bekas Dipakai Ulang, Warung Sate Padang di Gajahmada Semarang Sepi

Namun, dia memilih menabung dalam bentuk emas digital dibanding membeli emas fisik atau perhiasan.

Menurutnya, emas digital lebih praktis karena bisa dibeli dalam nominal kecil tanpa harus menunggu memiliki uang besar.

"Kalau perhiasan kan harus nunggu uang banyak dulu. Kalau emas digital lebih fleksibel, bisa beli sedikit-sedikit dan lama-lama jadi gramasi," ujar Elly, Senin (25/5/2026).

Elly mengatakan, dirinya mulai membeli emas digital sejak 2019.

Hingga kini, dia rutin melakukan transaksi sebagai bentuk menabung jangka panjang.

Dalam satu bulan, ia bisa melakukan transaksi hingga enam kali dengan nominal Rp100ribu-an, tergantung kondisi pasar.

Meski harga emas belakangan mengalami penurunan, Elly justru mengaku lebih berhati-hati mengambil keputusan untuk membeli.

Ia melihat, pelemahan harga emas saat ini dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat.

"Kalau emas turun, malah jadi waspada. Ada keinginan beli, tapi takut besok turun lagi karena dolar lagi tinggi," katanya.

Sementara itu, warga Semarang Barat, Rahmawati, memilih tetap mempertahankan emas yang dimiliki daripada menjual, meski harga sempat melonjak tinggi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, emas merupakan instrumen untuk menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved