Investasi Emas
Rupiah Melemah, Warga Semarang Pilih Simpan Uang dalam Bentuk Emas
Warga Semarang pilih memilih uang dalam bentuk emas di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi saat ini.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
"Waktu harga emas tinggi, saya enggak jual karena menurut saya, emas itu buat mempertahankan nilai uang," ujarnya.
Ia hanya berniat menjual emas jika benar-benar dalam kondisi mendesak.
Bahkan, jika membutuhkan dana cepat, Rahmawati lebih memilih menggadaikan emas dibanding melepasnya.
"Kalau enggak kepepet banget, ya enggak saya jual. Kalau bisa digadai, ya saya gadai saja," katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo Berkurban Sapi Seberat 1 Ton di MAJT Semarang
Rahmawati optimistis, harga emas dalam jangka panjang akan kembali naik meski saat ini mengalami penurunan.
Karena itu, ia masih memilih membeli emas setiap kali memiliki rezeki lebih.
"Kalau ada uang lebih, saya pilih beli emas saja."
"Saya yakin, emas itu nilainya akan naik lagi," ujarnya.
Ia memiliki beberapa jenis emas, mulai dari perhiasan hingga emas batangan.
Meski sadar nilai investasi perhiasan cenderung turun karena adanya biaya pembuatan, Rahmawati tetap membeli perhiasan karena masih bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
"Kalau perhiasan kan masih bisa dipakai."
"Tapi, emas batangan juga ada di rumah," katanya.
Dibanding berlian, Rahmawati mengaku lebih memilih emas karena dinilai lebih mudah dijual saat membutuhkan dana cepat.
"Kalau uang cuma disimpan biasa, rasanya nilainya makin turun saat rupiah melemah. Jadi saya pilih beli emas karena lebih terasa aman dan mudah dijual kalau sewaktu-waktu butuh," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260526-transaksi-emas-dan-perhiasan-di-mal-23-semarang.jpg)