Berita Jateng
Demo Mahasiswa Membara di Semarang, Bingung Presiden Ngotot Pertahankan MBG
Massa aksi melontarkan kalimat tantangan kepada polisi yang bertugas karena resah akan pengesahan Undang-undang (UU) Polri.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro bersama Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur dan DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (12/6/2026) soere.
Aksi bertajuk Peringatan Darurat Indonesia Sekarat, Rakyat Menggugat itu diikuti oleh sekitar 400 massa aksi.
Pantauan di lapangan, peserta aksi tiba di gerbang kantor kantor DPRD Jateng mulai pukul 16.07 WIB. Mereka lantas melakukan penempelan sejumlah poster tuntutan di antaranya
"Warganya empot-empotan, Pemerintah Malah Main Rumah-rumahan", "Diam Tak Akan Melindungimu" dan lainnya.
Teriakan kata revolusi juga berulang kali menggema dalam aksi tersebut.
Sementara di balik gerbang DPRD Jateng, terdapat ratusan personel kepolisian yang berjaga terdiri dari personel anti hura-hura, intelijen hingga Brimob.
Para massa aksi juga sempat menantang aparat kepolisian untuk menemui mereka. Massa aksi melontarkan kalimat tantangan kepada polisi yang bertugas karena resah akan pengesahan Undang-undang (UU) Polri.
Massa aksi mulai memanas pada pukul 16.55, Sejumlah massa aksi mulai mencoba menaiki pintu gerbang besi DPRD Jateng setinggi tiga meter yang baru saja direnovasi.
Namun, aksi massa tersebut berangsur mundur selepas mereka membacakan aksi tuntutan pada saat menjelang petang.
"Kami akan konsolidasi lagi dan kami akan melakukan aksi demonstrasi kembali ke sini," ujar Ketua BEM Undip, Nur Majid kepada Tribun selepas aksi.
Kondisi Bangsa 90 Persen Kacau Balau
Majid mengungkap, aksi mahasiswa Undip turun ke jalan hari ini karena sudah jengah kepada pemerintah. Ia menilai, mahasiswa jengah karena kerusakan pemerintah saat ini sudah mencapai 90 persen.
Indikator kerusakan itu, lanjut dia, bisa dilihat dari berbagai sektor seperti tingginya penerbitan surat utang, nilai tukar rupiah yang anjlok, dan masih bebalnya Pemerintah dengan terus mempertahankan proyek-proyek bakar duit seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Proyek tersebut jauh dari rencana awal yang diklaim dapat bermanfaat kepada masyarakat. Kini justru sebaliknya, Proyek itu sama sekali tidak berdampak ke masyarakat.
"Kondisi bangsa sekarang sudah 90 persen kacau balau," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Demo-mahasiswa-Undip-MBG.jpg)