Berita Jateng
Program Presiden Prabowo Kerap Dikritik, Budiman Sudjatmiko Soroti Soal Paradigma Kelola Negara
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko mengungkap, program unggulan Presiden Prabowo bagian dari perubahan paradigma mengelola negara.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Budiman Sudjatmiko menjelaskan paradigma baru pemerintahan Prabowo Subianto dalam mengelola negara.
- Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa menjadi instrumen pembangunan fondasi nasional.
- Budiman menekankan pentingnya kritik konstruktif dalam demokrasi untuk memperbaiki cara mencapai tujuan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo disebut bagian dari perubahan paradigma dalam mengelola negara.
Karena itu, kritik yang disampaikan sebaiknya bukan untuk membatalkan tujuan yang ingin dicapai tetapi bagaimana memperbaiki cara mencapai tujuan itu.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, usai menghadiri Dialog Kritis bertajuk "Menuju Indonesia Emas atau Cemas? Membaca Kinerja Pemerintah dan Arah Masa Depan Indonesia" yang digelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip), Jumat (12/6/2026).
Dalam forum yang juga diwarnai kritik dan pertanyaan tajam dari mahasiswa itu, Budiman menjelaskan bahwa program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih merupakan instrumen untuk membangun fondasi baru pembangunan nasional.
"Kalau kita menganggap pemerintahan Pak Prabowo hanya membawa program baru, itu kurang tepat."
"MBG, koperasi rakyat, memang program baru, tetapi program-program itu harus diletakkan dalam rangka paradigma baru," katanya.
Baca juga: Aliansi BEM Banyumas Raya Susun Kekuatan Siap Turun ke Jalan, Soroti Harga BBM Hingga Rupiah Melemah
Menurut Budiman, selama beberapa dekade, Indonesia lebih banyak berperan sebagai pemasok bahan mentah dalam rantai ekonomi global.
Pemerintah, saat ini, kata dia, ingin mendorong transformasi menuju negara yang mampu menciptakan nilai tambah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan industrialisasi.
Ia menilai, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam.
Karena itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada perbaikan gizi, pemerataan pendidikan, dan peningkatan kualitas generasi muda.
Sebagai contoh, Budiman menceritakan pengalamannya mengunjungi Sekolah Rakyat di Cibinong, yang menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Ada anak tukang becak, anak pemulung, bahkan ada yang empat tahun putus sekolah."
"Mereka sekarang mendapatkan sekolah berasrama dengan fasilitas yang baik."
"Ini bentuk keberpihakan kepada masyarakat miskin," ujarnya.
| MBG Belum Gerakkan Ekonomi Lokal, SPPG di Jateng Masih Ambil Telur dan Daging Ayam dari Daerah Lain |
|
|---|
| 16 Atlet Taekwondo Banyumas Siap Berlaga di Porprov Jateng 2026 |
|
|---|
| Jangan Kaget Content Creator hingga Influencer Ikut Didata Sensus Ekonomi 2026 |
|
|---|
| Tak Masuk Bursa Kandidat, Ida Nur Sa’adah Jadi Ketua DPC PKB Kudus |
|
|---|
| Tahapan SPMB Wonosobo, Masih Banyak Kursi Kosong di SD dan SMP Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260612-aktivis-98-budiman-sudjatmiko-sekaligus-kepala-badan-percepatan-pengentasan-kemiskinan.jpg)