Berita Jateng
Sepinya Wisata Guci Usai Banjir Bandang, Banyak Karyawan Diputus Kerja
imbas sepinya Wisata Guci, Muasih sampai harus mengurangi karyawan yang tadinya 6 orang jadi hanya 2 orang
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Muasih (59) mengeluhkan kondisi terkini di Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal.
Kios miliknya yang menjual aneka oleh-oleh sepi pembeli hingga berdampak pada pemasukan yang turun drastis sampai 75 persen.
Kios miliknya mulai sepi pembeli tepatnya pasca banjir bandang pertama yang terjadi pada akhir tahun 2025, dan banjir kedua yang terjadi awal tahun 2026.
Sepi pembeli tidak hanya dialami Muasih saja, tapi juga dirasakan kios lain di kawasan DTW Guci.
Ia memiliki tiga kios yang menjajakan oleh-oleh khas Guci. Karena kondisi yang belum membaik masih sepi, Muasih sampai menutup satu kios miliknya dan belum tahu beroperasi lagi kapan.
"Dari tiga kios saat ini yang buka dua kios saja karena kondisinya sangat sepi pembeli. Bahkan dua kios hanya buka Sabtu dan Minggu sedangkan hari biasa tutup total karena tidak ada yang belanja," jelas Muasih, saat ditemui Tribunjateng.com di rumahnya, Kamis (11/6/2026).
Diceritakan Muasih, untuk pengunjung masih ada dan terlihat tapi hanya lewat dan lihat-lihat saja tidak ada yang belanja oleh-oleh.
Baca juga: Tradisi Njenang Banyumas Saat Hajatan, Bikin Lengket Persaudaraan
Selain menutup satu kios miliknya, imbas sepinya Wisata Guci, Muasih sampai harus mengurangi karyawan yang tadinya 6 orang jadi hanya 2 orang yang berjaga di warung.
Begitu juga karyawan yang bekerja di proses produksi, dari yang awalnya 12 orang jadi tersisa 6 orang saja.
Bahkan Muasih pernah mengalami kondisi sangat sepi, dimana tidak ada yang membeli sama sekali di dua kiosnya yang masih buka.
Saat ini lelah yang dirasakan karena menunggu pembeli, bukan lelah karena melayani banyak pelanggan.
"Ya agar tetap bertahan karena masih ada karyawan, saya menyiasati dengan gencar menjual produk ke daerah lain karena kondisinya masih lumayan ramai. Ya penjualan seperti ke Kabupaten Pemalang, Purwokerto, Kuningan, Cirebon dan masuk di wisata Pangandaran," ujar Muasih.
Muasih berharap kondisi bisa kembali ramai seperti dulu terutama di bagian Pemandian Air Panas Pancuran 13 yang menjadi ikon dan tujuan utama wisatawan.
Ketika pemandian air panas Pancuran 13 kembali beroperasi seperti biasa, Muasih meyakini Wisata Guci kembali ramai dan hal itu akan berdampak pada pelaku usaha yang menggantungkan hidup di sana.
"Mudah-mudahan pemerintah bisa membangkitkan lagi Pancuran 13 agar perekonomian masyarakat khususnya wilayah atas bisa pulih. Saya mewakili pedagang yang lain sangat terdampak kondisi ikutan sepi. Bahkan saya pribadi harus mengurangi karyawan," harap Muasih. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/jajanan-guci-okkke.jpg)