Rabu, 10 Juni 2026

Berita Wonosobo

Dipicu Ambulans, Kades Marongsari Wonosobo Didemo Warga. Kini Diberi Waktu 30 Hari Perbaiki Kinerja

Warga Marongsari Wonosobo mendemo kades mereka karena kerap membawa ambulans untuk kegiatan lain dan kerap tak ngantor.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
SPANDUK PROTES - Warga memasang sejumlah spanduk di tembok Balai Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengha, Senin (8/6/2026). Mereka memprotes kinerja Kades Suko Nuryanto yang tak pernah ngantor dan kerap membawa ambulans desa hingga tak bisa digunakan saat warga membutuhkan. 

Informasi yang diterima Danang, saat itu, ambulans sedang dibawa Suko ke luar kota.

"Singkatnya, anaknya komunikasi dengan Kades terus bilang, ambulans bisa diambil di SPBU Silento malam itu."

"Terus diambil oleh Kadus tapi hanya ada kunci dan kendaraannya ngga ada Kadesnya," jelasnya

Sebulan Tak Ngantor

Tak hanya masalah ambulans, warga juga mengeluhkan keberadaan Suko yang tak aktif berkantor.

Bahkan, menurut Danang, terakhir kali Suko datang ke kantor Desa Marongsari pada 2 Mei 2026.

Sejak setelah Lebaran, kehadiran kepala desa di kantor disebut hanya terjadi beberapa kali.

Biasanya, koordinasi dengan perangkat desa berlangsung melalui telepon.

"Koordinasi masih ada sampai sekarang," kata Danang.

Baca juga: Afif Siapkan Aturan Baru Mengenai Pilkades dan Pengelolaan Aset di Wonosobo

Selain meminta inventaris desa dikembalikan ke kantor desa, warga juga menuntut kepala desa dapat bertemu langsung dengan masyarakat.

Menurut Danang, warga ingin memperoleh penjelasan terkait sejumlah persoalan yang berkembang di desa.

Diberi Waktu 30 Hari

Camat Sapuran Alfun Haka membenarkan adanya protes dari warga Marongsari terhadap kepala desa mereka.

"Teman-teman pemuda dan sebagian warga menyampaikan harapan dan aspirasinya."

"Sudah kami fasilitasi untuk mediasi, saat itu dihadiri Dinsos PMD juga," kata Alfun.

Menurutnya, tuntutan warga terbagi dalam tiga poin utama.

Pertama, warga meminta segera dipertemukan dengan kepala desa.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved