Minggu, 7 Juni 2026

Berita Demak

Pimpinan Padepokan di Karangawen Demak Dilaporkan ke Polisi, 2 Orang Jadi Korban Percabulan

Santri dan pegawai Padepokan Al Anfas Karangawen Demak melaporkan pemilik padepokan ke polisi atas dugaan percabulan dan pemerkosaan.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
Tribun Jateng/Grafis/Bram Kusuma
ILUSTRASI PERCABULAN - Pemilik Padepokan Al Anfas Karangawen Demak dilaporkan ke polisi atas dugaan percabulan dan pemerkosaan. Korban merupakan mantan santri dan pegawai di pondok pesantren tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Pemilik Padepokan Al Anfas Karangawen Demak dilaporkan ke polisi atas dugaan percabulan dan pemerkosaan.
  • Pelapor merupakan mantan santri dan seorang pegawai.
  • Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK – Pemilik Pondok Pesantren Padepokan Al Anfas di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi atas dugaan percabulan.

Korban merupakan santri dan pekerja di padepokan tersebut.

Koordinator Lapangan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) Cak Ulil mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihaknya membuka posko pengaduan dan bantuan hukum gratis pasca-kasus pemerkosaan santri di Pati.

"Tiba-tiba, kami kedatangan tamu, bapak korban dan suami korban."

"Mereka menyampaikan unek-uneknya dan menceritakan apa yang dialami keluarganya," kata Ulil, Sabtu (6/6/2026). 

Baca juga: Kemenag Jateng Pastikan Tempat Dugaan Kekerasan Seksual di Demak Bukan Pondok Pesantren

Menurut Ulil, kedua korban sama-sama melaporkan MT yang disebut sebagai pemilik, pengelola, sekaligus pengasuh Padepokan Al Anfas Karangawen.

Ulik mengungkapkan, korban pertama berinisial R.

Ia masuk ke padepokan tersebut saat masih berusia sekitar 14 tahun.

Dugaan pelecehan seksual disebut terjadi pada 2022.

"Di sana, umur 14 tahun. Selang satu sampai dua tahun, kemudian terjadi pelecehan itu," ujar Ulil.

Peristiwa tersebut disebut berdampak pada kondisi psikologis korban.

R yang sebelumnya dikenal ceria, berubah menjadi pendiam hingga akhirnya dipindahkan ke pondok lain.

"Yang anaknya itu kemudian keluar, karena yang biasanya suka tertawa akhirnya menjadi pendiam."

"Dipindah tempat pondok dan sekarang kondisi psikologisnya sudah lebih baik. Ya, sempat trauma," katanya.

Dilaporkan Sejak 2025

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved