Rabu, 3 Juni 2026

Berita Blora

Pemprov Jateng Bakal Perbaiki Jalan Randublatung-Cepu Blora Tapi Hanya 500 Meter, Ini Alasannya

Pemprov Jateng merespon aksi protes warga tanam pohon pisang di jalan Randublatung-Blora. Mereka bakal memperbaiki jalan rusak namun hanya 500 meter.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
Kompas.com/Aria Rusta Yuli Pradana
POHON PISANG DI JALAN - Warga menanam pohon pisang di jalan Provinsi Jateng, tepatnya di ruas Randublatung-Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (31/5/20260. Aksi protes warga atas kondisi jalan rusak ini direspon Pemprov Jateng dengan rencana perbaikan jalan namun hanya 500 meter. 

Henggar pun tak bisa berbuat banyak jika warga bakal kembali turun ke jalan melanjutkan aksi protes.

Warga mengancam menanam pohon pisang jilid 2 di Jalan Randublatung-Cepu pada Kamis (4/6/2026) mendatang jika aksi mereka tak direspon Pemprov Jateng.

Henggar berharap, warga bersabar karena pengalokasian anggaran perbaikan jalan sudah dilakukan. 

"Misal tetap mau melakukan hal itu, silakan saja, jangan sampai kegiatan itu menganggu arus lalu lintas," ungkapnya. 

Pernyataan Gubernur Viral

Diberitakan sebelumnya, warga menanam pohon pisang di jalan provinsi di ruas Randublatung-Cepu, Minggu (31/5/2026).

Aksi ini dipicu pernyataan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Ribuan Sumur Minyak Rakyat Blora Resmi Dilegalkan, Pemkab Kaji Formulasi Sumbangan PAD

Saat itu, Luthfi menanggapi pertanyaan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini yang meminta bantuan Pemprov Jateng memperbaiki jalan rusak ruas Randublatung-Cepu.

Luthfi dalam forum itu memberikan pernyataan pembangunan jalan provinsi dilakukan dengan mengukur skala prioritas terlebih dalam situasi keterbatasan anggaran.

"Lha awake dewe yen bangun dalan (kita dalam membangun jalan) tidak memberikan efek kepada masyarakat, tidak ada gunanya."

"Jadi, kita harus milih dan milah, begitu kita bangun jalan ini ada enggak efek domino ekonomi," ujar Luthfi dikutip dari akun YouTube resmi Pemprov Jateng, Senin (1/6/2026).

Pernyataan Luthfi ini kemudian viral di media sosial dan memicu kemarahan warga.

Pasalnya, jalur Randublatung-Cepu menjadi jalan vital yang tak hanya menjadi penghubung antar kabupaten tetapi juga jalur alternatif ke Jawa Timur.

Jalan rusak itu telah terjadi sekitar 10 tahun.

Sebagai bentuk protes, warga pohon pisang di ruas jalan tersebut. 

Warga juga memberikan kartu kuning kepada Luthfi sebagai aksi peringatan. (*)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved