Senin, 1 Juni 2026

Berita Boyolali

Makam Warga Boyolali Dibongkar Polisi, Tewas setelah Diduga Makan Satai Ayam Kiriman Lewat Ojol

Polisi membongkar makam warga Boyolali dan melakukan autopsi setelah keluarga mencurigai kematian korban tak wajar. Korban tewas setelah makan satai.

Tayang:
Editor: rika irawati
TribunSolo.com/Anang Maruf
ILUSTRASI GARIS POLISI - Polisi membongkar makam warga Boyolali, Sabtu (30/5/2026), setelah menerima laporan dugaan kematian tak wajar. Korban tewas diduga setelah makan satai ayam yang dikirim lewat ojek online. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi membongkar makam warga Boyolali dan melakukan autopsi terhadap jenazah, Sabtu.
  • Hal ini dilakukan setelah keluarga curiga kematian warga tersebut tak wajar.
  • Warga berinisial A itu meninggal setelah memakan satai ayam kiriman menantu lewat ojek online.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI – Polisi membongkar makam warga Dukuh Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026). 

Mereka melakukan autopsi jenazah yang telah dikubur sejak Selasa (19/5/2026) itu setelah keluarga mencurigai kematian tak wajar pada korban berinisial A (57). 

Pria tersebut diduga tewas akibat keracunan makanan yang diterima lewat ojek online (ojol). 

Widodo (61), kakak korban mengatakan, sebelum meninggal, adiknya menerima kiriman satai ayam lewat ojek online pada Senin (18/5/2026) sore. 

Satai ayam itu dikirim menantunya berinisial P yang tinggal di Kartasura. 

"Senin malam, P juga sempat menengok mertuanya sembari membawa roti," ujar Widodo menirukan cerita anak korban. 

Baca juga: Bukan Boyolali, Dua Kabupaten di Jawa Tengah Jadi Pemasok Kebutuhan Susu Nasional

Sebelum makan makanan tersebut, A sempat menghubungi anaknya. 

"Oleh anak, orang tuanya diminta tidak memakan satai itu karean semula tidak tahu siapa yang mengirim," jelasnya. 

Namun, keesokan harinya, Selasa pagi, korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya. 

Muntah dan Mulut Berbusa 

Menurut Widodo, saat ditemukan, terdapat bekas muntahan dan mulut korban mengeluarkan busa. 

Kecurigaan A tewas karena keracunan menguat setelah keluarga melihat kondisi mulut dan telinga korban yang tampak membiru. 

Keluarga kemudian berkonsultasi dengan Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026). 

Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan secara resmi ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026). 

Baca juga: Nekat, Warga Boyolali Satroni 7 Gereja. Curi Alat Musik Berbekal Motor Bronjong

Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti. 

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved