Minggu, 12 April 2026

Berita Boyolali

4 Anak di Boyolali Dianiaya Pensiunan PNS, Niat Belajar Agama Malah Dirantai dan Dipukul

Empat anak menjadi korban penganiayaan pensiunan PNS di Desa Mojo, Boyolali. Alasannya, untuk pendisiplinan belajar agama.

Editor: rika irawati
Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
ILUSTRASI KEKERASAN ANAK - Empat anak menjadi korban kekerasan pensiunan PNS di Boyolali dengan dalih bejalar agama. Korban kini dirawat di rumah aman. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI – Empat anak menjadi korban penganiayaan seorang pensiuan PNS di Dukuh/Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Mereka mengalami kekerasan fisik, dirantai, dan tak mendapat makanan layak karena alasan pendisiplinan.

Kasus ini terungkap setelah satu di antara anak tertangkap warga mencuri kotak amal di masjid, Minggu (13/7/2025) dini hari.

Saat di antar pulang ke rumah SP (65), pensiunan PNS yang merawat mereka, warga mendapati tiga anak lain tidur di luar rumah.

Keempat anak tersebut adalah SAW (14) dan IAR (11), kakak adik dari Kabupaten Semarang.

Serta, MAF (11) dan adiknya VMR (6), asal Kabupaten Batang.

Saat warga datang, kaki IAR dan VMR tengah dirantai.

Baca juga: 4 Anak Jadi Korban Kekerasan di Andong Boyolali: Dirantai, Hanya Diberi Makan Singkong

Kejadian ini langsung dilaporkan perangkat desa setempat ke polisi.

Polisi pun menangkap dan menetapkan SP sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Joko Purwadi mengatakan, kepada polisi, SP mengaku merantai anak-anak itu agar mereka tidak mencuri lagi.

"Alasan tersangka, anak-anak itu pernah mencuri makanan dan uang. Maka, mereka dihukum dirantai agar tidak mengulangi," kata Joko, Senin (14/7/2025).

SP juga mengaku memberi makan para korban tiga kali sehari.

Hanya saja, mereka yang mendapat hukuman, malam harinya hanya mendapat singkong sebagai bentuk "pembelajaran".

"Singkong itu, menurut keterangan pelaku, diberikan agar anak-anak bisa belajar dari kesalahannya," ujar Joko.

Dijemput Langsung dari Keluarga

Menurut Joko, SP menjemput sendiri anak-anak tersebut dari rumah mereka dengan alasan untuk belajar agama.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved