Senin, 25 Mei 2026

Berita Pekalongan

Sapi Simmental Berbobot 1,1 Ton Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Kajen Pekalongan

Sapi Simmental berbobot 1,117 kilogram milik peternak di Rembun terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Pekalongan.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purmomo | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Indra Dwi Purmomo
SAPI KURBAN PRESIDEN - Sapi jenis Simmental dengan bobot 1,117 kg terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Pekalongan, Sabtu (23/5/2026). Sapi bernama Kliwon tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 500 kilogram daging yang akan dibagikan ke masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Sapi jenis Simmental berbobot 1,117 kilogram terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Pekalongan.
  • Sapi tersebut akan disembelih saat Iduladha 2026 di wilayah Kajen.
  • Sapi tersebut milik peternak dari Desa Rembun, Siwalan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Sapi jenis Simmental berbobot 1,117 kilogram terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Pekalongan.

Sapi yang akan disemblih pada Iduladha 2026 itu diperkirakan menghasilkan 500 kilogram daging yang akan dibagikan kepada warga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan menyampaikan, sapi kurban bantuan Presiden Prabowo itu terpilih setelah melewati seleksi ketat dari sejumlah sapi.

"Untuk Kabupaten Pekalongan, sapi yang terpilih berasal dari peternakan di wilayah Desa Rembun, Kecamatan Siwalan."

"Sebelumnya sudah kami seleksi dari beberapa ternak yang memenuhi syarat," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: 485 Nelayan di Pekalongan Jadi Anggota BPJS Ketenagakerjaan, Iuran 1 Tahun Pertama Dibayar Pemkab

Rencananya, sapi kurban Presiden akan disembelih di Masjid Al-Mutharom Kajen. 

Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat pelaksanaan penyembelihan secara seremonial bersama Forkompinda.

Guna memastikan kondisi sapi tetap prima hingga hari penyembelihan, DKPP Kabupaten Pekalongan melakukan pemantauan intensif sejak satu bulan terakhir.

"Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan, mulai dari pemberian obat cacing, vitamin, hingga vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), mengingat tingginya risiko penyebaran penyakit akibat meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Iduladha," imbuhnya.

Selain itu, pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk memastikan sapi bebas dari parasit maupun gangguan kesehatan lain.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, sapi dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.

"Alhamdulillah, hasil cek laboratorium, nihil parasit."

"Kondisi sapi sehat, pakan juga terus dijaga dengan konsentrat dan rumput agar tetap stabil sampai hari H," jelasnya.

Proses pengiriman sapi ke lokasi penyembelihan juga menjadi perhatian khusus mengingat ukuran tubuh hewan yang sangat besar.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved