Berita Jateng
Terkendala Lahan, Beberapa Desa di Jawa Tengah Bikin KDMP Gabungan
Sejumlah desa di Jateng mengalami kendala keterbatasan lahan dalam pembangunan KDMP. Akhirnya, KDMP yang dibangun hasil gabungan dari beberapa desa.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Pembangunan Koperasi Merah Putih di Jateng terkendala lahan.
- Pembangunan Koperasi Merah Putih membutuhkan lahan seluas 1.000 meter persegi.
- Akibatnya, sejumlah desa bergabung agar bisa membangun KDMP.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembangunan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah tak mulus.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto menyebut, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terkendala ketersediaan lahan.
Kondisi itu terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah sehingga menghambat proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Bram, sapaannya mengatakan, untuk pembangunan Koperasi Merah Putih, setiap desa atau kelurahan harus menyediakan lahan seluas 1.000 meter persegi.
"Iya, terkait pembangunan gedung, terdapat kendala pada ketersediaan lahan di kabupaten/kota yang terbatas," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: KDMP Pasekaran Batang Belum Beroperasi, Muncul UMKM di Sekitar Lokasi Koperasi
Pembangunan Koperasi Merah Putih merujuk pada Instruksi presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur luasan lahan bangunan.
Pembangunan KDMP dan KKMP mengutamakan pemanfaatan aset atau tanah milik Pemerintah Desa atau Pemerintah Daerah.
Namun, bangunan KDKMP tidak boleh dilakukan di atas lahan sawah produktif, Lahan Sawah Dilindungi (LSD), maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Dari persoalan itu, Bram menyebut, ada sejumlah Koperasi Merah Putiih yang dibangun hasil gabungan dari beberapa desa.
Ia tidak menyebutkan secara detail jumlah Koperasi Merah Putih di Jateng yang dijadikan satu.
Ia hanya mencontohkan, kasus itu yang terjadi di Purworejo.
"Ada di Purworejo, 40 desa bergabung dengan desa terdekat karena desa tersebut kurang produktif dengan jumlah penduduk produktif kurang dari angka 500," katanya.
Baca juga: 30 KDMP di Kebumen Sudah Terima Armada Pendukung, Dandim: Harus Tetap di Koperasi sebelum Oprasional
Juga, di Boyolali.
Ketua KDMP Siswodipuran, Boyolali, Edi Muhammad Ismail mengaku, kantor koperasinya kesulitan mendirikan bangunan lantaran tidak ada tanah kas desa yang bisa dimanfaatkan.
"Untuk mengakali, kami menumpang satu ruangan di gedung kelurahan," jelasnya saat mengikuti acara pengukuhan dan rapat kerja pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Tengah (Dekopinwil Jateng) di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (14/4/2026). (*)
| Big Match Jadwal Persib Vs Persijap Sore Ini, Penentu Jawara Super League |
|
|---|
| Kisah Qodam Bosan Merantau Pilih Beternak di Blora, Sedih saat Kambingnya Mati |
|
|---|
| Pria Lagi BAB Terseret Arus Sungai Banjir Kanal Barat Semarang |
|
|---|
| Jaringan Siber Lintas Negara Bermodus Pig Butchering Kuras Rp 41,1 Miliar dari Ribuan Korban Global |
|
|---|
| 50 Ekor Sapi Impor dari Australia Akan Berlabuh di Cilacap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260524-koperasi-merah-putih.jpg)