Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Jateng

50 Ekor Sapi Impor dari Australia Akan Berlabuh di Cilacap

Puluhan sapi tersebut dibeli untuk membantu mencukupi kebutuhan susu di Jawa Tengah.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/iwan Arifianto
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyebut, bakal mengimpor setidaknya 50 ekor sapi dari Australia pada tahun 2026 ini. Puluhan sapi tersebut dibeli untuk membantu mencukupi kebutuhan susu di Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Jumat (22/5/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyebut, bakal mengimpor setidaknya 50 ekor sapi dari Australia pada tahun 2026 ini.

Puluhan sapi tersebut dibeli untuk membantu mencukupi kebutuhan susu di Jawa Tengah.

Secara nasional, kebutuhan susu dalam negeri masih sangat kurang. Produksi susu masih di angka 1 juta ton pertahun sementara kebutuhan mencapai 4,7 juta ton pertahun.  

Artinya, 80 persen susu sapi yang dikonsumsi masyarakat merupakan produk impor.

"Iya, kami akan impor sapi perah 40 ekor dan pedaging 10 ekor dari Australia, tiap ekor harga sekitar Rp40 jutaan," katanya kepada Tribunjateng.com, di kantornya, Kabupaten Semarang, Jumat (22/5/2026).

Frans sapaannya mengungkap, sapi yang diimpor dari negara kanguru itu adalah sapi dalam kondisi bunting. Tujuannya, agar ketika sampai di Jateng sudah bisa langsung produksi susu.

"Nanti rencananya sapi itu akan tiba di Pelabuhan Cilacap (tahun ini)," bebernya.

Baca juga: Kenangan Diogo Brito Pernah Bawa Persijap Kalahkan Persib, Siap Ulang Kemenangan

Selepas tiba di Jateng, Frans melanjutkan, puluhan ekor sapi kualitas premium itu akan ditempatkan di Wonosobo, Temanggung dan  Kantor Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah berlokasi di kawasan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Sapi yang akan ditempatkan di Temanggung dan Wonosobo itu untuk sapi perah, sementara sapi pedaging akan dibawa ke BIB untuk diambil semen-nya (sperma)," terangnya.

Inseminasi Buatan (IB) pada hewan merupakan sebuah cara memasukkan sperma dari pejantan unggul ke saluran reproduksi betina menggunakan alat khusus. Teknik ini digunakan untuk meningkatkan kualitas genetik.

Menurut Frans, pada tahun 2025, pihaknya berhasil memproduksi semen beku 508.371 dosis, terdiri dari 465.938 semen beku sapi dan 42.433 kambing. Tahun 2026, target semen beku mencapai 407.000 dosis. "Langkah ini sebagai peningkatan kualitas genetik ternak," ujarnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved