Jumat, 22 Mei 2026

Pemprov Jateng

Indeks Demokrasi Indonesia di Jateng Terus Membaik, Nilainya Melampaui Nasional 

Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88

Tayang:
Editor: Rustam Aji
ist/dok pemprov jateng/DOK. HUMAS PEMPROV JATENG
TERIMA PENGHARGAAN - Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menerima penghargaan untuk Jawa Tengah dalam Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2025. Jawa Tengah berada peringkat ketiga secara nasional.  

Ringkasan Berita:
  • Jawa Tengah menempati peringkat ketiga secara nasional terkait Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI)
  • IDI di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Capaian itu menempatkan posisisi Jawa Tengah berada peringkat ketiga secara nasional. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian itu menempatkan posisisi Jawa Tengah berada peringkat ketiga secara nasional. 

Hal itu mengemuka dalam acara Kick Off Evaluasi Nasional Capaian Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2025 dalam rangka Penguatan Demokrasi dan Peningkatan Strategi Pembangunan Nasional di Horison Ultima Sentraland, Simpang Lima Semarang, Kamis, 21 Mei 2026.

“Alhamdulillah Jawa Tengah naik satu tingkat. Tahun lalu peringkat empat, sekarang menjadi peringkat tiga," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi disela menghadiri acara tersebut. 

Menurut dia, kenaikan peringkat itu bukan semata hasil kerja pemerintah, melainkan buah keterlibatan masyarakat dalam menjaga ruang demokrasi tetap hidup.

"Ini tidak mungkin dikerjakan pemerintah sendiri, karena indikator demokrasi itu luas, mulai politik, ekonomi, hingga kebebasan masyarakat untuk berbicara,” katanya.

Baca juga: Taj Yasin Gerak Cepat Bantu Sekolah Roboh di Sragen, Tiga Kelas Sekaligus Diperbaiki

Menurutnya, salah satu indikator yang ikut mendongkrak capaian Jawa Tengah adalah keterbukaan kanal pelayanan publik dan ruang pengaduan masyarakat yang semakin mudah diakses, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia menilai kritik, saran, dan laporan masyarakat justru menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Pemerintah, kata dia, membutuhkan partisipasi warga untuk membaca persoalan riil di lapangan.

20260521-taj yasi-idi
BERPIDATO - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin berpidato di acara Kick Off Evaluasi Nasional Capaian Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2025 dalam rangka Penguatan Demokrasi dan Peningkatan Strategi Pembangunan Nasional di Horison Ultima Sentraland, Simpang Lima Semarang, Kamis, 21 Mei 2026.

“Masukan dari masyarakat itu membantu kami. Informasi tentang berbagai kejadian di Jawa Tengah juga membantu pemerintah mengambil langkah yang tepat. Demokrasi tidak bisa dibangun sendirian,” ujarnya.

Namun di balik capaian itu, Taj  Yasin mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama pada sektor ekonomi. Karena itu, ia meminta dunia usaha ikut mengambil peran dalam memperkuat kualitas demokrasi melalui pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.

“Ketika bicara demokrasi, ekonomi juga menjadi ukuran. Kami perlu melihat sejauh mana perusahaan berdampak terhadap masyarakat sekitar. Ini harus kita tata bersama agar indeks demokrasi Jawa Tengah tahun depan bisa meningkat lagi,” katanya.

Baca juga: Buka SPMB 2026 Jenjang SMA-SMK, Ahmad Luthfi: No Titip No Jastip

Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, mengapresiasi kenaikan peringkat Jawa Tengah di tingkat nasional.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan adanya kompetisi positif antar daerah untuk memperbaiki kualitas demokrasi dan pembangunan.

“Jawa Tengah meloncat satu tingkat dari ranking empat menjadi ranking tiga. Artinya ada persaingan untuk berbuat lebih baik,” ujarnya.

Meski demikian, Lodewijk mengingatkan bahwa secara nasional capaian IDI 2025 justru mengalami penurunan. Nilai IDI nasional turun 1,62 poin, dari 79,81 pada 2024 menjadi 78,19 pada 2025. Angka itu masih berada di bawah target pembangunan nasional yang dipatok sebesar 81,69 hingga 85,23.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved