Senin, 18 Mei 2026

Wonosobo

Tunggu Jatah Truk Datang, 24 Koperasi Desa Wonosobo Segera Beroperasi

Sebanyak 24 Koperasi Merah Putih Wonosobo rampung dibangun, Sabtu (16/5). Pemkab kini kejar target operasional dan tunggu jatah armada

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
ISTIMEWA
TINJAU GEDUNG KDKMP - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama jajaran TNI, Polri, dan perangkat desa saat meninjau gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kuripan, Wonosobo, Sabtu (16/5/2026). Bangunan yang berlokasi di tepi jalan utama ini telah rampung 100 persen dan segera memasuki tahap operasional menampung hasil panen warga. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Wonosobo telah merampungkan 24 gedung KDKMP 100 persen.
  • Terdapat 160 titik lain masih proses, 12 di antaranya terkendala lahan Perhutani.
  • Koperasi diharapkan jadi pusat jual beli hasil tani masyarakat setempat.
  • Armada truk penunjang dari pusat dijadwalkan tiba pada pekan depan.
  • Faktor cuaca hujan membuat target pembangunan gedung molor hingga 4 bulan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus mempercepat proses pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu bagian dari penguatan ekonomi yang berbasis desa.

Hingga pertengahan tahun ini, tercatat sebanyak 24 KDKMP di wilayah Wonosobo disebut telah rampung 100 persen dan bersiap menuju tahap operasional.

“Alhamdulillah di Indonesia sudah 1.061 koperasi desa kelurahan merah putih yang operasional diresmikan langsung oleh Pak Presiden kemarin,” kata Afif dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5/2026).

Baca juga: Tembus 7,6 Ton, Jagung Petani Wonosobo Langsung Diborong Habis Bulog

Ia menyebutkan bahwa Wonosobo saat ini sudah berhasil menyelesaikan pembangunan 24 fasilitas KDKMP, yang terdiri dari 23 desa dan 1 kelurahan.

Sementara itu, sekitar 160 titik lokasi lainnya kini masih dalam tahap proses pembangunan dan penyelesaian administrasi.

“Ada kelurahan yang belum memiliki lahan. Ini sedang berproses. Dan juga ada 12 desa yang menggunakan lahan Perhutani,” katanya menjelaskan hambatan di lapangan.

Afif menilai keberadaan bangunan KDKMP tidak hanya menjadi simbol fisik semata, tetapi juga diharapkan mampu membentuk sebuah ekosistem ekonomi baru di tingkat desa.

Ia sangat menekankan pentingnya sinergi yang terbangun antara pihak koperasi, masyarakat, dan program pembangunan desa lainnya.

“Semua hasil pertanian masyarakat bisa dipasarkan di KDKMP ini,” ucap Afif.

Dengan cara begitu, masyarakat lokal tidak perlu lagi repot menjual hasil pertanian mereka ke luar daerah, karena aktivitas ekonomi bisa berputar langsung dari dalam desa.

“Kalau semua desa ini sudah bisa kita rasakan perputarannya, maka otomatis nanti perekonomiannya akan tumbuh,” tuturnya optimistis.

Salah satu lokasi KDKMP yang saat ini telah selesai dibangun berada di wilayah Desa Kuripan. Afif menyebut lokasi tersebut terbilang cukup strategis karena posisinya berada tepat di tepi jalan utama, sehingga dinilai sangat potensial dalam mendukung kelancaran aktivitas distribusi dan perdagangan masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan nanti bulan ini pula mobilnya sekiranya turun,” kata Afif menargetkan.

Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, mengatakan bahwa perlengkapan operasional KDKMP kelak akan dikirim secara bertahap oleh pihak vendor dan instansi terkait.

“Untuk perlengkapan ini tahap demi tahap akan dilengkapi,” ujarnya.

Ia turut menjelaskan, agenda pengiriman kendaraan berupa truk dijadwalkan akan berlangsung pada pekan depan.

Pemerintah daerah dan pihak pendamping juga akan terus berupaya menyampaikan laju perkembangan program ini kepada masyarakat luas melalui sarana media.

“Terkait dengan rak-rak, kemudian perlengkapan di dalamnya, semuanya sudah bisa terkumpul,” katanya.

Yoyok menambahkan, proses pengisian perlengkapan operasional di dalam gedung masih terus menyesuaikan dengan arahan dari pihak Agrinas selaku lembaga penyedia fasilitas.

“Kita komunikasi bisa secepatnya diisi, sehingga sebelum bulan Agustus diharapkan semuanya bisa lengkap,” ujarnya.

Dalam proses pelaksanaannya, faktor cuaca ekstrem ternyata menjadi tantangan utama dalam proyek di wilayah Wonosobo. Yoyok menyebut bahwa durasi pembangunan satu gedung KDKMP pada normalnya dapat diselesaikan dengan mudah dalam kurun waktu tiga bulan.

Namun, kondisi hujan lebat yang kerap terjadi secara terus-menerus membuat sebagian proyek terpaksa membutuhkan waktu yang lebih panjang dari target.

“Kalau normalnya 3 bulan,” kata Yoyok membenarkan.

Ia secara rinci menjelaskan, ada beberapa proyek yang bahkan harus membutuhkan waktu pengerjaan hingga tiga setengah sampai empat bulan penuh, akibat curah intensitas hujan yang tinggi hampir di setiap harinya.

Meski menghadapi kondisi sulit begitu, pihak pemerintah daerah bersama pihak pendamping terus berupaya mendorong percepatan agar target penyelesaian seluruh gedung bisa segera tercapai sesuai dengan rencana awal. (ima)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved