Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jateng

133 Sekolah Swasta Gratis di Semarang Diintegrasikan dalam Sistem SPMB Online

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, sekolah swasta gratis diintegrasikan dalam sistem SPMB online.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: khoirul muzaki
Farah Anis Rahmawati
Ilustrasi SPMB 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyebut pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang akan berbeda dibanding tahun sebelumnya.


Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, sekolah swasta gratis diintegrasikan dalam sistem SPMB online.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, langkah itu dilakukan untuk memberikan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.


"Sekolah swasta gratis pada SPMB tahun 2026 ini kami integrasikan di sistem SPMB online dalam rangka untuk memberikan penguatan afirmasi kepada anak-anak dari kalangan keluarga yang kurang mampu, sehingga kami ingin memastikan mereka nanti mendapatkan layanan pendidikan gratis sehingga kemungkinannya anak-anak dari kalangan keluarga yang tidak mampu itu bisa diterima di sekolah negeri yang memang gratis atau nanti diterima di sekolah swasta gratis dan itu dilakukan secara sistem online," ujarnya usai peluncuran SPMB 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan Pakta Integritas pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Sekolah Nasional Karangturi, Senin (18/5/2026).


Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu lagi mencari sekolah swasta gratis secara langsung karena informasi tersebut sudah tersedia dalam sistem daring.


"Jadi mereka nanti tidak harus lagi secara offline memilih sekolah, mencari sekolah-sekolah gratis di posisi mana. Karena itu sudah tersedia di sistem online, SPMB," katanya.


Terkait kuota sekolah swasta gratis, Ahsan menyebut jumlahnya mencapai 133 sekolah.


"Jumlah semuanya 133 (sekolah)," ujarnya.


Ia menyebut, pelaksanaan SPMB hanya melalui empat jalur resmi.


"SPMB kita laksanakan sesuai dengan ketentuan. Hanya ada empat jalur, enggak ada jalur yang lain. Kami berkomitmen untuk menjaga itu," katanya.


Ahsan juga menyatakan daya tampung sekolah di Kota Semarang dinilai mencukupi untuk seluruh anak usia sekolah, baik di sekolah umum maupun madrasah.


"Dan masyarakat untuk bisa memahami bersama-sama, sehingga SPMB ini bisa kita laksanakan dengan lancar, adil buat semuanya dan kami pastikan bahwa semua anak di Kota Semarang itu dipastikan bisa mendapatkan sekolahan," katanya.


“Jadi jangan khawatir karena jumlah sekolah negeri, sekolah swasta di Kota Semarang itu cukup untuk menampung seluruh anak usia sekolah di Kota Semarang, baik jenjang TK, jenjang SD maupun jenjang SMP.

Baca juga: Hati-hati Penipuan Atasnamakan BRI, Tawarkan Pencairan Cepat KUR


Jadi ada TK, ada MA, ada SD, ada MI, ada SMP, ada MTS, ada yang negeri, ada yang swasta. Itu jumlah sekolah dan madrasah cukup untuk menampung seluruh anak usia sekolah di Kota Semarang," lanjutnya.


Menurutnya, masyarakat memiliki pilihan untuk menyekolahkan anak di sekolah umum maupun madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.


"Masyarakat itu kan ada pilihan bahwa mereka akan sekolah di madrasah, ada pilihan untuk sekolah di sekolah umum, SD, SMP itu adalah masyarakat yang menentukan pilihan-pilihannya. Dan saya pastikan bahwa kuotanya, daya tampungnya cukup untuk semua anak di Kota Semarang," katanya lagi. (idy)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved