Senin, 18 Mei 2026

Banjir Semarang

Detik-detik Banjir di Kalibanteng Kulon Semarang: Datang Selepas Magrib, Seragam Tak Terselamatkan

Banjir akibat amblesnya tanggul Sungai Cilandak menggenagi permukian di Kalibanteng Kulon Semarang. Seragam sekolah hanyut dibawa banjir.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Idayatul Rohmah
KORBAN BANJIR SEMARANG - Wati (44), korban banjir di Kampung Jembawan, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (17/5/2026). Banjir membuat sepatu dan seragam sekolah anak hilang terbawa arus. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir menerjang permukiman warga di Jembawan, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang.
  • Banjir tak hanya menggenangi rumah-rumah warga tetapi juga merusak jalan perkampungan.
  • Pakaian dan seragam sekolah anak ikut hanyut terbawa banjir.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Banjir akibat amblesnya tanggul Sungai Cilandak memaksa sejumlah warga Kampung Jembawan, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barang, Kota Semarang, Jawa Tengah, mengungsi.

Wati (44), satu di antara korban banjir Semarang yang mengungsi, mengungkap detik-detik banjir menyapu permukiman.

Bahkan, perabot rumah, sepatu, dan seraga sekolah anak-anaknya ikut hanyut terbawa banjir.

Ditemui di tempat pengungsian, Wati yang ditemui bersama suaminya, Didik Praja (47), mengatakan, banjir terjadi pada Jumat (15/5/2026).

"Semua habis, dari seragam, baju, sepatu, semua."

"Sudah ndak bisa (diselamatkan) kena lumpur semua," kata Wati ditemui di area dapur umum lokasi pengungsian, Minggu (17/5/2026).

Baca juga: Hidup Bergantung Pompa Air Raksasa, Menteri PU Sebut Semarang Bisa Karam

Ibu tiga anak itu mengatakan, kedua anaknya sudah duduk di bangku sekolah.

Anak pertama, duduk di bangku Kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Sementara, anak kedua, duduk di bangku Taman Kanak-kanak.

Si bungsu masih balita.

Wati mengatakan, banjir Semarang di Kalibanteng Kulon datang selepas magrib.

Saat itu, dirinya baru pulang kerja dan sedang menyiapkan makan malam untuk anak-anaknya, di dapur rumah.

Namun, belum sempat makanan dihidangkan, air tiba-tiba masuk ke rumah dan terus meninggi.

Dalam waktu singkat, banjir mencapai dada orang dewasa.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved