Kamis, 14 Mei 2026

Berita Wonosobo

Muncul Ajakan Kepung Kantor PDAM Wonosobo, Dirut Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 2022

Muncul ajakan di media sosial untuk mengepung kantor PDAM Wonosobo menyusul tagihan air yang membengkak. PDAM Wonosobo pun buka suara.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
TAGIHAN AIR PELANGGAN - Direktur Utama Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo Muhammad Sjahid memberikan keterangan terkait keluhan tagihan air pelanggan, beberapa waktu lalu. Sjahid menegaskan, tidak ada kenaikan tarif air sejak penyesuaian tahun 2022. 

Ringkasan Berita:
  • Ajakan mengepung kantor PDAM Wonosobo beredar di media sosial lantaran tarif air dinilai mahal hingga membuat tagihan air membengkak.
  • Terkait hal ini, Dirut Permuda Tirta Aji Muhammad Sjahid menegaskan, tidak ada kenaikan tarif air sejak tahun 2022.
  • Warga pun diminta bijak memakai air dan mengecek secara berkala meteran air untuk memastikan pemakaian air sesuai kebutuhan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Ramai di media sosial ajakan mengepung kantor PDAM Wonosobo, Jawa Tengah, lantaran tarif air yang dinilai mahal hingga membuat tagihan air membengkak.

Terkait hal ini, Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo menegaskan, tidak ada kenaikan tarif air baru yang diberlakukan kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Aji Muhammad Sjahid mengatakan, penyesuaian tarif air terakhir dilakukan pada tahun 2022.

Saat itu, seluruh prosesnya pun dilakukan secara terbuka.

Penyesuaian tarif itu juga telah disosialisasikan kepada masyarakat di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo.

"Penyesuaian tarif terakhir dilakukan pada tahun 2022 dan sebelum disahkan, seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta telah disosialisasikan."

"Sejak saat itu, sampai hari ini, tidak ada kebijakan kenaikan tarif baru," ujar Muhammad Sjahid dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Ayah di Wonosobo Mencoba Memperkosa Anak Kandung, Tega Cabuli Korban Sejak SD

Dia memahami adanya keluhan sebagian pelanggan terkait besaran tagihan air yang dirasa meningkat pada bulan Mei.

Namun demikian, menurutnya, nominal tagihan pelanggan dihitung berdasarkan volume pemakaian air yang tercatat pada water meter masing-masing pelanggan.

"Tagihan pelanggan dihitung berdasarkan angka riil dan sistem pencatatan dilakukan sesuai penggunaan aktual di lapangan," katanya.

Bisa dari Kebocoran

Sjahid menyebut, perbedaan persepsi sering kali muncul karena penggunaan air sehari-hari dirasa tidak jauh berbeda, padahal angka pemakaian pada water meter menunjukkan adanya peningkatan pemakaian.

Ia mengatakan, sejumlah faktor dapat memengaruhi volume pemakaian air, mulai dari peningkatan aktivitas rumah tangga, kebocoran instalasi internal yang tidak terlihat dan tidak dilaporkan, penggunaan saat hari raya, hingga kondisi lain.

Baca juga: Presiden Prabowo Bakal Berkurban Sapi 1,1 Ton di Wonosobo, Dibagikan ke Warga Kaliwuluh

Karena itu, Perumda Tirta Aji mengajak masyarakat bersama-sama melakukan pengecekan meter air secara berkala agar pelanggan dapat mengetahui penggunaan air secara lebih detail dan transparan.

"Kami memahami masyarakat tentu berharap tagihan tetap stabil."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved