Kamis, 14 Mei 2026

Kelola Minyak Jelantah dan Biogas, Bauran Energi Jateng Tembus Target

Pemprov Jateng sukses lampaui target bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga 22,33 persen lewat kolaborasi desa mandiri pada Rabu (13/5).

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
PEMPROV JATENG
PERINGATAN HARI BUMI - Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Bumi Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026). Dalam acara tersebut, Pemprov Jateng melaporkan capaian Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tahun ini telah menyentuh potensi energi listrik sebesar 517,5 megawatt (MW). 

Ringkasan Berita:
  • Capaian Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jateng pada 2026 mencapai 517,5 megawatt (MW).
  • Bauran EBT Jateng sentuh angka 22,33 persen, berhasil melampaui target RUED tahun 2025.
  • Terdapat 2.331 desa yang tergabung dalam program Desa Mandiri Energi dengan berbagai kategori.
  • Penggunaan EBT didukung 22.434 unit kendaraan listrik dan 283 SPKLU di Jawa Tengah.
  • Pemprov teken kerja sama pemanfaatan minyak jelantah dan FABA dalam Peringatan Hari Bumi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KABUPATEN SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menambah capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang pada tahun ini telah sukses mencapai potensi energi listrik sebesar 517,5 megawatt (MW).

Sumber energi listrik ramah lingkungan tersebut berasal dari berbagai pemanfaatan sumber daya alam, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, hingga sumber listrik yang digerakkan dari geotermal atau panas bumi.

"Sementara sektor biogas atau gas alami dari kotoran ternak mencapai 40 ribu meter kubik," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Cegah Kasus Viral Jogja, Ratusan Bos Daycare Jateng Dikumpulkan via Zoom

Agus juga secara berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan kendaraan listrik dalam upaya mendukung bauran EBT di tengah masyarakat. Pada catatan triwulan I tahun 2026 ini, jumlah kendaraan listrik yang mengaspal di Jawa Tengah telah mencapai angka 22.434 unit.

"Jumlah kendaraan itu didukung 283 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU," bebernya memaparkan data pendukung.

Merujuk pada Rencana Umum Energi Daerah (RUED), Provinsi Jawa Tengah sejatinya mematok target bauran EBT sebesar 21,32 persen pada tahun 2025 lalu. Artinya, capaian bauran energi di Jateng saat ini telah sukses melampaui target awal.

Meskipun demikian, pihaknya terus mendorong masifnya transisi energi yang berkeadilan, senantiasa berbasis kearifan lokal, dan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat melalui Program Desa Mandiri Energi.

"Desa Mandiri Energi di Jawa Tengah telah mencapai 2.331 desa. Rinciannya, 28 desa kategori mapan, 165 desa kategori berkembang, dan 2.138 desa kategori inisiatif," bebernya menguraikan pencapaian desa.

Ia melanjutkan, transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) memang sangat perlu untuk dipercepat realisasinya. Percepatan sekaligus penguatan energi bersih ini menjadi bagian penting sebagai langkah mitigasi dalam menghadapi krisis iklim dan krisis energi dunia.

“Transisi energi menuju energi baru terbarukan bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Tanpa upaya ini, krisis energi dan krisis iklim akan menjadi ancaman yang nyata,” terangnya saat menghadiri acara Peringatan Hari Bumi Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Semarang.

Jalinan kerja sama yang telah berlangsung erat sejak 2019 itu, pada awalnya dirintis untuk mendukung pemanfaatan energi surya semata. Namun, kerja sama tersebut kini makin diperluas untuk mendukung pengembangan EBT secara general dan pembangunan rendah karbon dengan melibatkan dukungan sejumlah perangkat daerah terkait.

“Kerja sama ini bertujuan untuk membantu dan mendukung upaya Jawa Tengah membangun ekonomi, dengan cara lebih hijau atau mengurangi dampak lingkungan,” terangnya.

Adapun penganugerahan penghargaan Desa Mandiri Energi turut diberikan kepada Desa Manggihan di Kabupaten Semarang, Desa Krandegan di Kabupaten Purworejo, Desa Sempukerep di Kabupaten Wonogiri, Desa Banjarsari di Kabupaten Demak, Desa Kalinusu di Kabupaten Brebes, dan Desa Pacet di Kabupaten Batang.

Selain pemberian penghargaan, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan kerja sama pemanfaatan minyak jelantah rumah tangga antara Ketua TP PKK selaku Ketua Posyandu Provinsi Jawa Tengah dengan PT Gapura Mas Lestari dan PT Biosikular Inovasi Indonesia.

Kerja sama strategis lainnya juga dilakukan secara masif oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah bersama PT PLN (Persero) UIK Tanjung Jati B terkait fasilitasi pemanfaatan limbah batu bara berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), serta penguatan ranah kolaborasi sektor energi baru terbarukan bersama pihak akademisi Universitas Diponegoro (Undip) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (Iwn)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved