Berita Pati
Waduh, Ashari Kiai Cabul Pati Kabur! Keluarga dan Pengacara Mengaku Tak Tahu Keberadaannya
Meskipun pihak pengacara tersangka sebelumnya sempat berjanji akan proaktif, kenyataannya tersangka justru hilang kontak.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Pati pada Senin (4/5/2026) lalu, tersangka pencabulan terhadap santriwati, Ashari, hingga kini masih misterius keberadaannya.
- Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, tersangka saat ini diduga sudah tidak berada di wilayah Pati.
- Meskipun pihak pengacara tersangka sebelumnya sempat berjanji akan proaktif, kenyataannya tersangka justru hilang kontak.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Kekhawatiran sejumlah pihak mulai terbukti.
Pasalnya, setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Pati pada Senin (4/5/2026) lalu, tersangka pencabulan terhadap santriwati, Ashari, hingga kini masih misterius keberadaannya.
Sebelumnya, desakan sejumlah pihak agar aparat segera menangkap tersangka, mengalir.
Namun, sebelum ditangkap, kini keberadaan kiai cabul tersebut tak diketahui rimbanya.
Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati tersebut kemungkinan besar melarikan diri.
Satuan Reserse Kriminal Polresta Pati pun bakal melakukan pengejaran terhadap tersangka. Kepolisian mengambil langkah tegas lantaran tersangka dinilai tidak kooperatif.
Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah secara resmi menetapkan Ashari sebagai tersangka dalam kasus ini.
Baca juga: Rumah Kiai Cabul Disegel: Yayasan Ponpes Ndholo Kusumo Nonaktifkan Ashari dan Pulangkan Santri Putri
Namun, upaya pemeriksaan terhambat karena tersangka mangkir dari panggilan pertama kepolisian yang dijadwalkan pada 4 Mei lalu.
"Rencana pemanggilan yang kedua nanti kami agendakan untuk tanggal 7 Mei," ujar AKP Iswantoro saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolresta Pati, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan bahwa polisi tidak akan segan melakukan tindakan paksa jika tersangka kembali mengabaikan panggilan tersebut.
"Kalau memang pada tanggal 7 Mei itu, kami lakukan pemanggilan dan pelaku tidak kooperatif, kami akan lakukan upaya paksa. Upaya paksa penjemputan terhadap pelaku. Saat ini keberadaan pelaku masih dalam proses pencarian oleh petugas kami di lapangan," tegasnya.
Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, tersangka saat ini diduga sudah tidak berada di wilayah Pati.
AKP Iswantoro menyebutkan bahwa tersangka sengaja memutus komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan keluarga dan penasihat hukumnya sendiri.
"Pelaku saat ini memang tidak kooperatif, tidak memberikan info apa pun kepada PH (Penasihat Hukum) maupun kepada penyidik," jelas Iswantoro.
Meskipun pihak pengacara tersangka sebelumnya sempat berjanji akan proaktif, kenyataannya tersangka justru hilang kontak.
| KDMP Bisa Benturan dengan Pedagang Kecil, Kades Kaliori Banyumas Soroti Potensi Konflik Harga |
|
|---|
| Buka Data Mengerikan Konflik Iran: Sanders Tuding Trump dan Netanyahu Dalang Krisis Kemanusiaan |
|
|---|
| 30 Pick Up Mahindra untuk KDMP Mendarat di Banyumas, Siap Angkut-angkut |
|
|---|
| Viral Alphard Terobos Penutupan Jalan di Pandanaran Semarang, Sopir Klaim Sudah Izin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/202605056-KIAI-CABUL-KABUR.jpg)