Berita Pati
Libur Melaut Gara-gara Tak Kuat Beli BBM, Ribuan Nelayan Pati Tuntut Harga BBM Khusus Perikanan
Seribuan orang mengikuti demo nelayan Pati di alun-alun, Senin. Mereka menuntut harga khusus BBM untuk sektor perikanan.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Deru knalpot sepeda motor berpadu suara musik dari pengeras suara ukuran besar yang dibawa truk mengiringi kedatangan massa ke Alun-alun Pati, Jawa Tengah, Senin (4/5/2026) pagi.
Mereka merupakan nelayan Pati yang memprotes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Ribuan nelayan dari berbagai paguyuban itu mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi harga BBM industri khusus bagi kapal perikanan tangkap di atas 30 Gross Ton (GT).
"Kapal Kami Bukan Tesla! Solar Mahal Nelayan Mati!" Begitu bunyi satu di antara spanduk besar yang dipasang nelayan di Alun-alun Pati.
Dalam orasinya, Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera, Eko Budiyono mengatakan, harga BBM industri saat ini telah mencekik operasional nelayan.
Baca juga: 1.456 Personel Gabungan Kawal Demo Nelayan Pati, Kapolres Pastikan Tak Ada Tongkat dan Senjata Api
Ia menegaskan, nelayan memiliki peran vital dalam program ketahanan pangan nasional, namun kenaikan harga bahan bakar membuat banyak kapal tidak sanggup melaut.
Menurutnya, harga solar industri yang menyentuh Rp26 ribu hingga Rp30 ribu per liter membuat mayoritas kapal nelayan di Pati tak bisa berangkat melaut.
"Kami menuntut pemerintah menetapkan harga BBM khusus di kisaran Rp10.000 hingga Rp13.600 per liter, atau maksimal dua kali lipat dari harga solar subsidi saat ini, demi menjamin keberlanjutan sektor perikanan," ucap Eko Budiyono.
Dia menegaskan, jika tuntutan ini tak dipenuhi, nelayan akan menggelar unjuk rasa besar-besaran di Jakarta.
Janji Plt Bupati Pati
Aksi demo nelayan Pati ini mendapat perhatian dari Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Chandra menemui langsung massa dan menyatakan dukungannya atas aksi nelayan Pati.
Dia mengungkapkan, Pemkab Pati telah melakukan langkah proaktif dengan mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Senin (27/4/2026) pekan lalu.
"Kami menyadari, harga BBM saat ini sangat memberatkan nelayan."
"Tanpa diminta pun, saya sudah menghadap ke KKP agar nelayan Pati mendapatkan harga subsidi yang layak supaya bisa kembali melaut," ujar Chandra dalam orasinya.
Baca juga: Botok dan Teguh AMPB Kini Bakal Gelar Demo Lagi di Polresta Pati, Bawa Isu Agraria
| 1.456 Personel Gabungan Kawal Demo Nelayan Pati, Kapolres Pastikan Tak Ada Tongkat dan Senjata Api |
|
|---|
| Buntut Kasus Kiai Cabul, Izin Pesantren Ndholo Kusumo Pati Bakal Dicabut Permanen |
|
|---|
| DPRD Pati Desak Polisi Segera Tahan Tersangka Pelecehan Seksual di Ponpes: Jangan Sampai Meresahkan! |
|
|---|
| Kesaksian Mantan Pengikut Kiai Cabul di Pati: 11 Tahun Dimanipulasi dan Terima Doktrin Menyimpang |
|
|---|
| Rumah Kiai Cabul Disegel: Yayasan Ponpes Ndholo Kusumo Nonaktifkan Ashari dan Pulangkan Santri Putri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260504-demo-nelayan-pati.jpg)