Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Grobogan

Korban Tewas Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan Bertambah Jadi 5 Orang

Korban tewas kecelakaan maut minibus pengantar haji vs KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan bertambah menjadi 5 orang. Simak kronologi lengkapnya

Tayang:
Editor: Rustam Aji
Tribun Banyumas/Kompas TV
EVAKUASI MOBIL - Proses evakuasi mobil Toyota Avanza setelah tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan kereta tanpa palang di Jalan Tuko–Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026). Mobil pengantar calon haji berpenumpang 9 orang itu sempat macet di tengah rel sebelum ditabrak kereta. 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan minibus pengantar jemaah dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di pelintasan sebidang Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari bertambah.
  • Identitas korban yakni Indah Setiyawati (27) warga Desa Sidorejo, Pulokulon.
  • Korban yang menderita luka serius ini merupakan pasien rujukan dari RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN – Jumlah korban jiwa dalam kecelakaan maut yang melibatkan minibus pengantar jemaah haji dengan KA Argo Bromo Anggrek di pelintasan sebidang Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, kembali bertambah. 

Hingga Sabtu (2/5/2026), total korban meninggal dunia dalam insiden tragis tersebut kini menjadi lima orang.

Korban terbaru yang mengembuskan napas terakhir adalah Indah Setiyawati (27), warga Desa Sidorejo, Pulokulon. Indah meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang pada Jumat (1/5/2026) malam sekitar pukul 22.40 WIB.

"Korban merupakan pasien rujukan dari RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi karena luka serius yang dideritanya. Jenazah sudah dimakamkan pagi ini," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, Sabtu (2/5/2026).

MASUK SAWAH - Mobil Toyota Avanza membawa rombongan pengantar jemaah calon haji masuk ke sawah setelah tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari. Kecelakaan itu mengakibatkan empat orang tewas dan dua terluka.
MASUK SAWAH - Mobil Toyota Avanza membawa rombongan pengantar jemaah calon haji masuk ke sawah setelah tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari. Kecelakaan itu mengakibatkan empat orang tewas dan dua terluka. (Tribun Banyumas/Tangkap Layar Medsos)

Kronologi Mesin Mati di Atas Rel

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.52 WIB. Minibus Toyota Avanza bernopol H 1060 ZP yang mengangkut sembilan orang rombongan pengantar haji melaju dari arah selatan.

Saat melintasi pelintasan tanpa palang pintu otomatis di Desa Tuko, kendaraan tersebut tiba-tiba mengalami mati mesin tepat di tengah jalur rel sebelah selatan.

Baca juga: Mobil Rombongan Pengantar Haji Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Kesaksian Dara: Tertutup Kabut

Nahas, pada saat bersamaan melaju kencang KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir - Surabaya Pasarturi dari arah barat menuju timur. Dentuman keras tak terhindarkan saat moncong lokomotif menghantam bodi depan kiri mobil hingga terpental sejauh 20 meter.

Mobil tersebut sempat membentur tiang listrik sebelum akhirnya terjun ke area persawahan.

Layanan Kereta Sempat Terhenti

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan kejadian tersebut di KM 29+800 antara Stasiun Panunggalan – Stasiun Kradenan. Akibat insiden ini, KA Argo Bromo Anggrek harus berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Kradenan guna pemeriksaan sarana.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh awak sarana perkeretaapian dan dinyatakan aman, kereta diberangkatkan kembali pukul 02.56 WIB. PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan sangat menyayangkan kejadian di pelintasan sebidang ini," jelas Luqman.

Pihak kepolisian kembali mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan tidak ada kereta yang melintas saat melewati jalur rel tanpa palang pintu guna menghindari terulangnya tragedi serupa. (puthut/kps)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved