Wonosobo
Sentil Kebiasaan Saat Bencana, BPS Wonosobo Gembleng 3 Desa Melek Data
BPS Wonosobo luncurkan program Desa Cantik di tiga desa, Rabu (29/4/2026). Aparatur desa digembleng agar sadar pentingnya data statistik
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- BPS Wonosobo luncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026.
- Tiga wilayah meliputi Desa Purwojiwo, Tegalombo, dan Lamuk ditunjuk sebagai lokus.
- Tujuannya untuk memperkuat literasi dan kapasitas aparatur desa kelola data statistik.
- Pemkab menilai kebijakan sering kali meleset dan timpang tanpa adanya data akurat.
- Program ini sekaligus mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026 di tingkat desa.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Peluncuran Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 menjadi momentum baru bagi penguatan pembangunan berbasis data di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan strategis yang digagas oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo ini diharapkan mampu mendorong perubahan cara pandang jajaran pemerintah desa terhadap betapa pentingnya data dalam sebuah pembangunan.
Program Desa Cantik menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan literasi statistik di tingkat desa, sekaligus mendorong sistem pengelolaan data yang jauh lebih akurat, mutakhir, terpadu, serta dapat dipertanggungjawabkan. Upaya ini dinilai sangat penting sebagai fondasi utama dalam merencanakan dan mengambil kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Baca juga: 1411 Orang Dewasa di Wonosobo Ikut Sekolah Online, Lulus Dapat Ijazah
Pembangunan berbasis data
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Wonosobo, Yusuf Haryanto, menyampaikan bahwa pembangunan berbasis data merupakan kebutuhan mendasar dalam sistem tata kelola pemerintahan modern saat ini. Menurutnya, kualitas suatu kebijakan sangat bergantung penuh pada kualitas data yang digunakan sebagai pijakan.
“Kebijakan yang baik hanya dapat dihasilkan dari data yang berkualitas. Tanpa data yang valid, pembangunan berpotensi meleset dari sasaran dan bahkan menimbulkan ketimpangan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, melalui program pembinaan ini diharapkan segera terbentuk budaya sadar data yang dimulai dari tingkat desa dan kelurahan. Data tidak boleh lagi dipandang hanya sekadar sebagai rutinitas kewajiban administratif, melainkan harus menjadi kebutuhan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan.
“Dari tingkat paling bawah harus ada kesadaran kolektif bahwa data adalah dasar pembangunan. Ini langkah nyata menuju pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Melalui pencanangan tersebut, pemerintah daerah sangat berharap sistem pengelolaan data desa dapat berjalan optimal dan senantiasa berkelanjutan. Dengan demikian, desa mampu menghadirkan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Program Desa Cantik 2026 pun diharapkan menjadi pijakan penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang jauh lebih berkualitas, sekaligus turut mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045 yang pembangunannya harus dimulai dari desa.
Kapasitas aparatur desa
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo, Aluisius Abrianta, menjelaskan bahwa kehadiran Desa Cantik merupakan wujud upaya konkret untuk terus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam hal mengelola data statistik.
Ia menekankan secara khusus bahwa entitas desa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai basis utama penyedia data pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan literasi dan sistem statistik desa menjadi suatu hal yang sangat krusial untuk segera dibenahi.
“Data sering kali baru dirasa penting saat terjadi bencana. Padahal, data yang baik sejak awal akan menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan berdampak langsung pada pembangunan yang lebih baik,” jelasnya memberikan gambaran.
Secara umum, Program Desa Cantik 2026 ini memang bertujuan untuk meningkatkan literasi serta kesadaran statistik di kalangan aparatur desa dan juga masyarakat luas. Selain itu, program ini digulirkan untuk menstandarkan pengelolaan data statistik agar lebih berkualitas dan dapat dibandingkan antardesa, mengoptimalkan pemanfaatan data untuk program pembangunan desa yang presisi, serta untuk membentuk agen-agen statistik yang andal di tingkat desa.
Dukung sensus ekonomi
Secara khusus, program ini juga diarahkan untuk menopang kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, termasuk memperdalam pemahaman aparatur desa terhadap variabel sosial ekonomi serta peran aktif mereka dalam tahapan sosialisasi kegiatan tersebut kepada warga.
Program pembinaan intensif ini akan dilaksanakan di sejumlah desa sebagai lokus utama, yakni meliputi Desa Purwojiwo, Desa Tegalombo, dan Desa Lamuk. Ketiga desa tersebut ke depannya diharapkan mampu menjadi model percontohan dalam hal penguatan tata kelola data di tingkat lokal.
| Sukses Sedot 350 Ribu Turis Lewat Festival Balon, Wonosobo Legalkan Puluhan Grup Seni |
|
|---|
| Guru Ketahuan Ngonten Bakal Ditegur, Pemkab Wonosobo Resmi Batasi Main HP di Sekolah |
|
|---|
| Wamentan Pamer Setop Impor Beras di Ajang Kontes Sapi Raksasa Wonosobo |
|
|---|
| Jejak Kaki Bongkar Pencurian Sembako Rp526 Juta di Selomerto Wonosobo |
|
|---|
| Nama Wabup Menguat, Muscab PKB Wonosobo Jaring Calon Ketua DPC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260429-pencanangan-desa-cantik-wonosobo.jpg)