Minggu, 26 April 2026

Jawa Tengah

Tolak Impor Ugal-ugalan, Wamentan Sudaryono Jamin Stok Daging Iduladha Aman

Wamentan Sudaryono jamin stok daging sapi Iduladha aman di Wonosobo, Sabtu (25/4/2026). Ia pastikan tak ada impor ugal-ugalan.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
KETERSEDIAAN DAGING SAPI - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait ketersediaan stok dan harga daging sapi jelang Iduladha di sela-sela acara kontes sapi nasional di Wonosobo, Sabtu (25/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wamentan Sudaryono memastikan stok daging sapi aman jelang Iduladha.
  • Pemerintah cegah impor ugal-ugalan lewat sistem perhitungan neraca komoditas.
  • Kebijakan kontrol impor ini diambil agar peternak sapi lokal tidak merugi.
  • Harga daging dipantau ketat dari rumah potong hingga tingkat pedagang pasar.
  • Presiden Prabowo instruksikan harga bahan pokok harus sesuai HET.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan daging sapi nasional menjelang momen Iduladha dalam kondisi aman.

Pemerintah telah menghitung seluruh kebutuhan tersebut melalui mekanisme neraca komoditas.

Melalui perhitungan matematis ini, kebijakan impor dapat dikendalikan secara terukur tanpa merugikan peternak sapi lokal.

Baca juga: Wamentan Pamer Setop Impor Beras di Ajang Kontes Sapi Raksasa Wonosobo

Hitung neraca komoditas

"Saya kira kita tidak ada masalah. Kita sudah hitung melalui neraca komoditas, termasuk kebutuhan impor daging segar, sapi bakalan, serta populasi sapi dalam negeri," ujar Sudaryono kepada awak media saat menghadiri kontes sapi nasional di Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah sama sekali tidak akan membuka keran impor secara berlebihan.

Seluruh kebijakan terkait impor dilakukan berdasarkan perhitungan yang sangat matang.

Hal ini bertujuan agar keseimbangan antara pasokan daging nasional dan perlindungan terhadap peternak dalam negeri tetap terjaga.

Tolak impor berlebihan

"Tidak mungkin impor daging ugal-ugalan. Semua dikontrol agar tidak merugikan peternak lokal," tegas Wamentan memberikan kepastian.

Selain daging sapi, mekanisme neraca komoditas serupa juga diterapkan pada sejumlah bahan pangan lain yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor, seperti bawang putih.

Melalui sistem pengawasan ini, pemerintah berharap pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga, sekaligus meredam kekhawatiran serta isu-isu tak berdasar mengenai krisis ketersediaan pangan.

Pantau harga pasar

Lebih lanjut, Sudaryono juga memastikan harga jual daging sapi di pasaran akan terus dikendalikan agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurutnya, saat ini pemerintah terus memantau seluruh rantai distribusi secara langsung dari hulu ke hilir, mulai dari tempat penggemukan sapi (feedlot), rumah potong hewan, hingga ke lapak pedagang pasar.

Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dimanipulasi secara tidak wajar.

"Kita cek dari feedlot, penyembelihan, hingga pedagang. Kalau ada kenaikan, harus segera ditindak. Presiden Prabowo menekankan kebutuhan pokok harus sesuai harga yang ditetapkan," tutup Sudaryono.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved