Berita Wisata
Harga Tiket Masuk, Fasilitas dan Keunikan Pasar Slumpring Tegal
di kawasan Pasar Slumpring juga terdapat kolam pemandian air alami yang sangat jernih bernama Tuk Mudal.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pasar Slumpring di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal saat ini menjadi wisata unggulan bagi wisatawan baik lokal Tegal dan sekitarnya ataupun luar daerah.
Meskipun lokasinya terpencil karena jauh dari perkotaan dan berada di tengah-tengah rimbunnya pohon bambu, tapi tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung.
Banyak hal yang ditawarkan Pasar Slumpring, seperti suasana yang sangat asri karena terdapat pohon bambu yang sangat lebat.
Belum lagi di kawasan Pasar Slumpring juga terdapat kolam pemandian air alami yang sangat jernih bernama Tuk Mudal.
Adapun yang menjadi keunikan dan ciri khas Pasar Slumpring kesan tradisional yang ditonjolkan.
Baca juga: Legenda PSIS Emmanuel De Porras Kembali ke Semarang, Dapat Tugas Khusus
Seperti transaksi pembayaran menggunakan koin bambu yang sebelumnya ditukarkan terlebih dulu di loket, menu makanan, jajanan dan minumam juga tradisional atau khas yang mungkin sudah jarang ditemui di tempat lain.
Wadah atau tempat makanan yang masih menggunakan daun pisang, jati dan lainnya.
Pengelola dan pedagang di Pasar Slumpring juga mengenakan pakaian tradisional Tegal, dan yang perempuan memakai kebaya dipadukan kain jarit.
Manajer Pasar Slumpring Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Hidayatullah menceritakan awal mula kemunculan Pasar Slumpring.
Ide awal muncul saat berlangsung Bumijawa festival beberapa tahun lalu.
Kemudian warga Desa Cempaka berkeinginan ada kegiatan atau kesibukan yang bisa dilakukan rutin tidak hanya saat momen tertentu saja.
Apalagi di wilayahnya memiliki potensi berupa pohon bambu yang sangat lebat dan mulai memikirkan membuat sesuatu yang belum ada di Kabupaten Tegal.
"Kebetulan Desa Cempaka ini merupakan penghasil bambu terbaik. Akhirnya kami mulai mencoba membuat konsep sebuah pasar yang unik. Setelah banyak masukan singkatnya dipilih nama Pasar Slumpring yang pembayarannya menggunakan koin bambu. Akhirnya mulai beroperasi tahun 2017 bertahan hingga saat ini dan alhamdulillah semakin berkembang," cerita Hidayatullah, saat ditemui Tribunjateng.com, Minggu (19/4/2026).
Pasar Slumpring dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cempaka.
Lahan yang digunakan juga berada di wilayah Desa Cempaka tepatnya dengan luas sekira 700 meter persegi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Pasar-slumpring-tegal.jpg)