Jawa Tengah
Kuota Cuma 16 Orang, Pendaftar Pemandu Gunung di Semarang Tembus 400
Tingginya minat profesi pemandu gunung di Jawa Tengah membuat ratusan pencari kerja antusias berebut kuota pelatihan di BLK Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Pelatihan pemandu gunung di BLK 1 Semarang diserbu 400 pendaftar meski kuota yang disediakan hanya untuk 16 orang.
- Profesi ini dinilai sangat menjanjikan karena Jateng memiliki 19 gunung favorit dengan total 500 ribu pendaki tiap tahun.
- Pemandu gunung punya potensi besar untuk melayani turis asing sebagai porter, penerjemah bahasa, maupun penunjuk arah.
- Disnakertrans Jateng menggandeng Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI) untuk mencetak SDM yang kompeten dan standar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengatakan peluang kerja menjadi pemandu gunung kini mulai banyak dilirik oleh para pencari kerja.
Hal tersebut terlihat nyata saat pendaftaran pelatihan kompetensi pemandu gunung mulai dibuka di Balai Latihan Kerja (BLK) 1 Semarang.
Jumlah pendaftarnya diketahui membeludak hingga menyentuh angka 400 orang.
Baca juga: Latihan Angkat Ransel Dikira Daftar TNI, Siswa SMK di Banyumas Taklukkan 5 Gunung
Padahal, pendaftaran pelatihan khusus wisata alam bebas tersebut hanya dibuka dengan ketersediaan kuota yang sangat terbatas, yakni sebanyak 16 orang saja.
"Yang daftar sampai 400-an orang, ternyata potensinya tinggi," jelas Aziz saat memaparkan data program pelatihannya, Sabtu (18/4/2026).
Pendaftar Membeludak Ratusan
Tingginya antusiasme pendaftar tersebut, lanjut Aziz, terjadi karena peluang kerja menjadi seorang pemandu gunung terbilang sangat menjanjikan di wilayah Jawa Tengah.
Provinsi ini diketahui memiliki setidaknya 19 gunung favorit yang kerap dikunjungi oleh para pendaki lokal, nasional, hingga dari mancanegara.
Berdasarkan data yang dikantongi oleh pihaknya, jumlah kunjungan pendaki di wilayah gunung-gunung di Jawa Tengah ditaksir mencapai 500 ribu orang per tahunnya.
"Paling potensial pemandu gunung yang melayani turis asing, tiga pemandu sekaligus bisa disewa untuk porter, penerjemah dan satu pemandu," bebernya menguraikan ceruk pasar jasa pendakian.
Potensi Wisata Pegunungan
Peluang kerja jasa pemandu yang terus berkembang ini juga tidak lepas dari kegiatan pendakian yang kini telah menjadi tren gaya hidup di kalangan anak muda.
Menurut kacamata Aziz, sejumlah sekolah dari tingkat SMA juga saat ini sudah banyak yang membentuk kelompok ekstrakurikuler pecinta alam pendaki gunung.
Tren positif tersebut didukung pula oleh kondisi geografis Jawa Tengah yang memiliki banyak gunung menantang sebagai destinasi wisata.
"Setiap gunung memiliki karakteristik masing-masing, budaya masyarakatnya juga berbeda, itulah yang menjadi daya tarik dan daya jual," terangnya.
Untuk memastikan kualitas lulusan, pihaknya dalam memberikan pelatihan pemandu gunung ini berkolaborasi langsung dengan Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI).
Aziz sangat berharap, program pelatihan ini bisa mendorong kebutuhan ketersediaan pemandu gunung profesional di Jateng agar segera terpenuhi.
| Bus Trans Jateng Terbakar di Jalan S Parman Semarang, Penumpang Berhamburan |
|
|---|
| Suami Lapor Polisi, Dua Kepala Puskesmas Blora Terjerat Kasus Selingkuh |
|
|---|
| Chat "Cantiknya Pooolll", Guru SMP Blora Kini Diasingkan ke Korwil Jati |
|
|---|
| Layaknya Bayar QRIS, Warga Jateng Kini Bisa Lapor Polisi Nakal via HP |
|
|---|
| Dandy Iswara Uji Coba 2 Menu Ikan Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260418-pelatihan-pemandu-gunung-disnakertrans.jpg)