Berita Semarang
Pembatasan Medsos Anak, Psikolog SCU: Perlu, tapi Penguatan Kontrol Diri Lebih Penting
Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya “membangun pagar tinggi”, tetapi harus mengajarkan anak bagaimana cara mengelola taman tersebut dengan baik.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Rustam Aji
Penggunaan media sosial yang sehat, lanjutnya, dapat dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan anak.
Jika hubungan sosial semakin baik, tidak terlibat perundungan, serta prestasi dan relasi tetap terjaga, maka penggunaan tersebut masih dalam batas wajar.
Baca juga: Cilacap Masuk Daerah KLB: Dinkes KB Banyumas Waspadai Peningkatan Kasus Campak
Sebaliknya, jika media sosial justru menurunkan kualitas hubungan dan kesejahteraan anak, maka perlu dilakukan evaluasi.
Ia menambahkan, media sosial juga dapat dimanfaatkan secara positif, seperti untuk menjaga komunikasi, membangun relasi, hingga mengembangkan citra diri secara sehat.
Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa pembatasan tetap diperlukan, tetapi harus diiringi dengan edukasi dan pendampingan.
“Peran orang tua bukan sekadar membatasi, tetapi memberikan arah dan ‘kompas’ agar anak mampu mengelola dirinya di dunia digital,” pungkasnya. (arl)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/202604046-psikolog-soegijapranata.jpg)