Rabu, 8 April 2026

Berita Jateng

Headcoach PSIS Andri Ramawi : Menang Harga Mati di Enam Sisa Laga

PSIS Semarang diharapkan mampu mempertahankan performa impresifnya di sisa kompetisi Pegadaian

Tribun Banyumas/Dok PSIS Semarang
LATIHAN MALAM - Pemain PSIS Semarang mengikuti latihan di Lapangan POJ Semarang, Senin (9/3/2026) malam. Selama Ramadan, Tim Mahesa Jenar memilih berlatih di malam hari atau seusai buka puasa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- PSIS Semarang diharapkan mampu mempertahankan performa impresifnya di sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.


Kehadiran pelatih kepala yang baru, Andri Ramawi dengan dukungan dirtek Angel Alfredo Vera nampaknya membawa angin segar bagi PSIS.

Meski saat ini masih belum mampu beranjak dari posisi sembilan klasemen sementara.


Meski demikian, PSIS cukup berhasil memperpendek jarak perolehan poin dengan tim-tim pesaing di papan bawah seperti Persiba Balikpapan dan Persiku Kudus. Serta, memperlebar jarak perolehan poin dengan tim juru kunci, Persipal Palu.


PSIS dalam tiga laga terkahir bersama Andri Ramawi tampil tak terkalahkan dengan catatan dua kali imbang sekali menang.


Pada laga perdananya, PSIS harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Semarang.


Namun setelah itu performa PSIS mulai membaik dan mencatatkan hasil manis dalam laga tandang. Mereka berhasil mencuri kemenangan 1-0 di markas Deltras Sidoarjo. 


Tren positif tersebut berlanjut ketika PSIS menahan imbang tuan rumah Persiba tanpa gol di Balikpapan.


Catatan yang diraih Andri sejauh ini juga terbilang lebih baik dibandingkan tiga pelatih kepala PSIS sebelumnya, yakni Kahudi Wahyu, Ega Raka, dan Jafri Sastra.


Andri menegaskan, pada putaran ketiga musim ini, PSIS memang membidik kemenangan di semua laga sisa. Hanya saja target ini sedikit meleset dengan dua kali hasil seri.


Selanjutnya, PSIS membidik poin penuh dalam enam pertandingan yang masih harus dijalani yakni menghadapi Persipal Palu, Barito Putera, Persiku Kudus, Persipura Jayapura, Kendal Tornado FC, dan PSS Sleman.


"Kami selalu tekankan ke pemain bahwa misi kita di putaran ketiga adalah sapu bersih laga kandang maupun tandang. Hanya itu satu-satunya cara kita untuk bisa tetap bertahan untuk musim depan. Tapi apa pun hasilnya tetap kita syukuri," ujar Andri.


Sebetulnya, harapan sempat muncul ketika manajemen PSIS menunjuk Jafri Sastra. Pelatih asal Padang itu sempat memberi angin segar setelah membawa PSIS meraih kemenangan atas Persiba Balikpapan sekaligus memutus tren negatif tim.

Baca juga: Hanya Buruh, Ahli Hukum Pidana Sebut Terdakwa Kasus Tambang Emas Ilegal Banyumas Layak Bebas


Sayangnya, performa PSIS kembali menurun setelah itu. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Otavio Dutra, Beto Goncalves, dan Rafinha juga belum mampu mendongkrak konsistensi tim.


Andri mengaku tidak terbebani dengan situasi yang dihadapi PSIS saat ini. Justru, ia melihatnya sebagai tantangan baru.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved