Jawa Tengah
Fadia Kena OTT KPK, Luthfi Tunjuk Sukirman Jadi Plt Bupati Pekalongan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi resmi menunjuk Sukirman sebagai Plt Bupati Pekalongan. Luthfi juga membantah rumor dirinya ikut terjaring OTT KPK.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi menunjuk Wakil Bupati Sukirman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan usai Fadia Arafiq terjaring OTT KPK.
- Luthfi secara tegas membantah rumor bahwa dirinya ikut tertangkap basah bersama Fadia di Semarang, mengklarifikasi bahwa pertemuan mereka murni membahas program gizi.
- Menanggapi rentetan OTT di Jateng, Gubernur dan Sekda kompak mengingatkan seluruh kepala daerah agar menjaga integritas, tidak flexing, dan menjauhi gaya hidup hedon.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, secara resmi telah menunjuk Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan.
Langkah taktis ini diambil menyusul kekosongan kursi pimpinan usai Bupati definitif Pekalongan, Fadia Arafiq, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penunjukan tersebut diungkapkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno.
Baca juga: Tepis Di-OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Seret Nama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
"Iya, Pak Gubernur sudah menunjuk langsung wakilnya (Sukirman) jadi Plt Bupati Pekalongan," kata Sumarno kepada wartawan di kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026) petang.
Tunggu Arahan Gubernur
Menurut Sumarno, penunjukan cepat ini merupakan wujud antisipasi untuk memastikan jalannya roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Pekalongan tetap berjalan dengan baik.
"Untuk pelantikan menunggu arahan dari Gubernur," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengimbau keras kepada seluruh kepala daerah di Jateng maupun jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk senantiasa menjaga integritas dalam bekerja. Terlebih, sudah ada dua kasus kepala daerah di wilayah Jateng yang baru-baru ini dibidik dan ditangkap oleh penyidik KPK.
"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa integritas itu nomor satu, harus bisa menjaga amanah. Mari jaga integritas kita semua," paparnya tegas.
Bantah Rumor Penangkapan
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara tegas membantah isu simpang siur yang menyebutkan bahwa dirinya telah tertangkap basah bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat proses OTT KPK di Kota Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Luthfi menekankan, dirinya memang sempat bertemu dengan Fadia pada malam sebelum penangkapan, yakni pada Senin (2/3/2026). Namun, ia menepis keras jika pertemuan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani oleh lembaga antirasuah.
Sebaliknya, pertemuan itu murni membahas soal perkembangan kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pekalongan sebelum rapat koordinasi tingkat provinsi.
"Iya benar saya bertemu Bupati Fadia (Senin malam), namun pertemuan itu tak hanya kami berdua melainkan ada sejumlah pejabat. Di antaranya Bupati Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga," kata Luthfi memberikan klarifikasi dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026) kemarin.
Bahas Progres Gizi
Luthfi mengungkap, pertemuan malam itu membahas tuntas progres MBG di wilayah masing-masing menjelang Rakor MBG di Pemprov Jateng yang dihadiri oleh sejumlah pejabat kementerian hingga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), pada Selasa (3/3/2026) siang.
Dalam pertemuan pendahuluan itu, Fadia juga sempat menyampaikan izin tidak bisa mengikuti Rakor MBG di Pemprov Jateng keesokan harinya. Selepas menyampaikan hal tersebut, Fadia pun langsung pamit pulang.
"Bupati Pekalongan, Bupati Tegal, dan Wakil Bupati Purbalingga laporan progres MBG. Kemudian Bu Fadia minta izin ndak bisa ikut rakor pada hari Selasa bersama Pak Menteri," jelas Ahmad Luthfi.
Singgung Ikan Busuk
| Lindungi Nyawa Pendaki, Radius Aman Gunung Slamet Diperluas 3 Km |
|
|---|
| Aktivitas Magma Naik, Jauhi Puncak Gunung Slamet Radius 3 Km |
|
|---|
| Kenang 12 Korban Tewas, PUPR Jateng Bangun Jalur Penyelamat Purworejo |
|
|---|
| Plt Bupati Cilacap Kritik KPK, Sebut OTT Jebakan Tanpa Peringatan |
|
|---|
| BKD Jateng Periksa Korban Pelecehan Oknum Ngaku Ajudan Gubernur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260305-semarang-plt-bupati-pekalongan.jpg)