Senin, 13 April 2026

Berita Jateng

Imbas Perang Iran: Jemaah Umrah Jateng Diminta Tunda Keberangkatan, Nasib Ibadah Haji Terancam

Kementerian Haji dan Umrah Jateng meminta warga menunda keberangkatan umrah imbas konflik di Iran.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
Kemenag RI
IBADAH DI DEPAN KABAH - Suasana jemaah haji beribadah di Kabah di Masjidil Haram, Makkah. Kementerian Haji dan Umrah Jateng mengimbau jemaah umrah menunda keberangkatan ke Tanah Suci imbas perang di Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah meminta warga menunda keberangkatan umrah imbas konflik di Iran.
  • Kemenhaj Jateng mengungkap, ada jemaah asal Indonesia yang tertahan di Tanah Arab akibat perang Iran itu.
  • Namun, Kemenhaj Jateng belum bisa memastikan adanya warga Jateng dalam rombongan yang dimaksud.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto meminta kepada para calon jemaah dan travel menunda keberangkatan umrah menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah.

Imbauan ini dilakukan mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah.

"Kami mengimbau jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat ini untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi kembali kondusif," kata Fitriyanto, Senin (2/3/2026).

Ia menyebut, lembaganya tidak memiliki data pasti jumlah jemaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah Suci imbas dari perang Iran vs Israel. 

Hal yang sama, pihaknya juga tidak memiliki data serupa jumlah jemaah yang tertahan di Tanah Arab.

"Semua karena laporannya langsung ke pusat, tidak ke kami," terangnya.

Baca juga: 9 Jemaah Umrah asal Jepara di Tanah Suci Dipastikan Aman di Tengah Perang Iran

Biro Travel Umrah dan Haji di Jawa Tengah secara sistem tidak memiliki kewajiban melaporkan aktivitasnya ke Kemenhaj Jateng

Mereka secara langsung melaporkan ke Siskopatuh atau Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus yang berada di Kementerian Haji dan Umrah.

Kendati begitu, lanjut Fitriyanto, lembaganya bakal melakukan langkah mitigasi dengan melakukan pendataan jumlah jemaah yang gagal berangkat dan masih tertahan di Arab Saudi.

"Kami mitigasi dengan meminta kepada travel-travel untuk melaporkan jumlah jemaah asal Jateng yang saat ini masih di Saudi."

"Dari data ini, kami akan koordinasikan dengan kementerian pusat," ucapnya.

Ia juga meminta kepada para calon jemaah umrah yang gagal berangkat agar segera melakukan komunikasi dengan travel pilihannya.

Pihak travel kemudian harus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan sekaligus otoritas yang ada di Arab Saudi.

"Sampai hari ini, belum ada warga minta petunjuk atau mengeluhkan kondisi ini ke kami," terangnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved