Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Ketua BEM UGM Tiyo Ceritakan Teror Terbaru yang Dialami Ibunya Usai Kritik MBG

Baginya itu bagian dari risiko yang dihadapi saat lantang bersuara dalam rangka mengkritik penguasa

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Rifqi Gozali
KETUA BEM UGM-Ketua BRM UGM Tiyo Ardianto (kiri) saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto (kanan) di teras Omah Dongeng Marwah, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (26/2/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Teror nampaknya tak henti-hentinya hinggap di kehidupan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gajah Mada (UGM) Tiyo Ardianto dan ibunya. 

Teror yang terus menerus datang itu nampaknya membuat Tiyo tak lagi gentar. 

Baginya itu bagian dari risiko yang dihadapi saat lantang bersuara dalam rangka mengkritik penguasa.

Dengan wajah yang sangat tenang, di hadapan Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto, Tiyo Ardianto menjelaskan seluruh rangkaian teror yang diterimanya, diterima ibunya, dan teror yang diterima kawan-kawannya di kampus.

Tiyo semacam tak lagi menganggap teror yang didapat. Dia acuh dengan semua itu.

Teror demi teror yang diterimanya datang setelah dia bersuara lantang mengkritik pemerintah di bawah kendali Prabowo Subianto. Terbaru, teror diterima oleh ibunya.

Ini bukan yang pertama kali. Ini teror yang diterima ibunya sudah ke beberapa kalinya.

“Ada tiga teror terbaru yang diterima ibu semalam,” kata Tiyo memulai perbincangan dengan Ibnu Taufik Juwariyanto di teras Omah Dongeng Marwah di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (26/2/2026) sore.

 Teror pertama yang masuk ke ponsel ibunya Tiyo dari nomor yang tidak dikenal mengatakan kalau ada ormas di Yogyakarta yang hendak melaporkan Tiyo ke Polda DI Yogyakarta karena Tiyo dituduh menggelapkan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK).

Teror kedua yang masuk ke posel ibunya mengatakan kalau terdapat dosen Universitas Gadjah Mada yang kecewa atas perilaku Tiyo yang diduga menggelapkan dana KIPK.

Bagi Tiyo, tudingan tersebut tidak dianggap. Sejak awal teror yang datang menerimanya salah satunya menggoreng tuduhan tidak berdasar tersebut.

“Kemudian teror yang ketiga yang diterima ibu mengatakan kalau pihak kepolisian siap mengusut tuntas kasus Tiyo,” kata Ketua BEM Universitas Gadjah Mada tersebut.

Ibu Tiyo semula takut atas berbagai teror yang diterimanya. Ibunya khawatir akan nasib anak laki-lakinya yang kritiknya bersuara lantang terhadap kekuasaan.

Namun, secara perlahan-lahan Tiyo menjelaskan kepada ibunya. Bahwa semua kabar miring yang diterima ibunya merupakan teror untuk melemahkan Tiyo dan membungkam kritiknya.

Belakangan, kata Tiyo, ibunya bisa memahami penjelasan dari anak laki-lakinya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved