Berita Jateng
Longsor Putus Jalan Ungaran -Mranggen, Ladang Lenyap hingga Ancam Pemukiman
Longgor tersebut membuat akses jalan penghubung Unggaran - Mranggen terputus
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
Menurut Suryati, warga sebenarnya sudah melaporkan kondisi tersebut. Namun hingga kini belum bisa diperbaiki. Dampaknya, lahan pertanian warga banyak yang habis terseret longsor.
"Warga sudah lapor, tapi tidak bisa diperbaiki. Tanah yang digarap warga habis semua," ungkapnya.
Kerugian yang dialami akibat longsor tersebut ditaksir mencapai jutaan rupiah. Ribuan pohon yang ditanam rusak tertimbun longsoran tanah.
"Kalau dihitung-hitung rugi jutaan. Dari bawah sampai atas pohonnya habis semua, ribuan pohon. Biasanya, pohung (singkong) dapat hasil 25 sampai 30 bagor, sekarang habis," sebutnya.
Tak hanya tanaman singkong, dia menyebut tanaman pisang yang sudah mendekati masa panen ikut terdampak longsor. Kini, dirinya pun sedikit was-was jika hendak menuju ladang.
"Anak saya juga melarang saya. Jangan ke alas dulu karena jalannya sudah tidak bisa dilewati," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan, hasil asesmen awal renxanana akan dipasang LEWS (Landslide Early Warning System) atau alat pendeteksi tanah gerak.
"Kurang lebih 15 skenario pasang LEWS. Pendataan warga terdampak ke depan seperti apa kami koordinasi dengan DPU untuk langkah-langkah keamanan dan tindakan, koordinasi Pemprov, BPBD Jateng," jelasnya.
Alex menjelaskan, secara teknis ada aliran sungai dibawahnya sehingga ada pergerakan tanah di sana.
Disinggung terkait wacana relokasi warga, dia menyebut, hal itu masuk dalam skenario tapi belum menjadi utama.
"Kami koordinasikan dengan pemerintah provinsi," tambahnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Longsor-ungaran-mranggen.jpg)