Berita Jateng
Longsor Putus Jalan Ungaran -Mranggen, Ladang Lenyap hingga Ancam Pemukiman
Longgor tersebut membuat akses jalan penghubung Unggaran - Mranggen terputus
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Longsor yang menggerus Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kian mengkhawatirkan.
Longgor tersebut membuat akses jalan penghubung Unggaran - Mranggen terputus. Selain itu, lahan pertanian yang digarap warga juga turut ambles. Longsor juga sudah merembet ke lahan milik warga setempat.
Warga RT 4 RW 3, Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Rendi Kusumawardana mengatakan, longsor sebenarnya sudah terjadi sejak 2022.
Kondisi semakin parah saat longsor terjadi pada Kamis (12/2/2026). Kemudian )ongsor susulan kembali terjadi pada Senin (16/2/2026).
Kini, jarak rumahnya ke titik longsor sekira 25 meter. Ia pun khawatir longsor kian melebar jika tidak segera dilakukan penanganan.
"Rumah saya jarak ke titik longsor paling 25 meter. Tapi, ada retakan di belakang rumah, itu jaraknya bahkan 10 meteran," ungkap Rendi, saat ditemui di rumahnya, Senin (23/2/2026).
Kondisi ini membuat kekhawatiran mengingat jarak longsor kian dekat dengan rumahnya. Menurutnya, longsor di area tersebut sudah terjadi sejak 2022. Pada saat itu, tidak ada penanganan. Karena akses kian membahayakan, akhirnya jalur penghubung itu pun ditutup.
"Dari 2022 nggak ada penanganan. Seharusnya, paling nggak ada penanaman pohon atau apa. Andaikata saat itu ada tindakan, tidak mungkin seperti ini," ujarnya.
Melihat kondisi longsor saat ini, dia menilai, sudah parah dan sulit untuk diperbaiki. Sementara ini, warga diimbau untuk mengungsi guna mengantisipasi potensi bahaya longsor yang bisa melebar.
"Kalau ngungsi, mau ngungsi kemana?," ucapnya.
Dia berharap, ada upaya jangka panjang yang setidaknya bisa memberikan ketenangan bagi warga.
"Ditanami pohon yang sekiranya tidak laku dijual biar tidak ada penebangan," jelasnya.
Tak hanya dirasakan Rendi, Warga RT 5 RW 3 Bandungan, Desa Kalongan, Suryati juga terdampak longsor tersebut. Kejadian itu telah meluluhlantahkan tanamanya.
"Itu bhkan tanah saya. Tanah itu saya garap, sekarang longsor. Luasnya sekitar setengah hektare. Ini tinggal sedikit, sebagian besar sudah longsor," ujar Suryati.
Dia menjelaskan, longsor sebenarnya sudah pernah terjadi sekitar empat tahun lalu. Namun, longsor tahun ini disebutnya jauh lebih parah. Akibat longsor tersebut, akses jalan yang biasa digunakan warga pun terdampak.
"Empat tahun lalu sudah longsor, tapi tahun ini luwih parah. Warga selama ini muter kampung lewat gang kecil. Dulu jalannya masih ada, tapi sekarang sudah membahayakan,” katanya.
Baca juga: Lengkap Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Maret 2026
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Longsor-ungaran-mranggen.jpg)