Jumat, 8 Mei 2026

Berita Jateng

Ritual Selamatan di Makam Sunan Muria Kudus Jelang Ramadan

Selamatan ini bukan sekadar berdoa kepada Allah, baginya selamatan ini juga bentuk syukur atas rizki

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Rifqi Gozali
SELAMATAN - Sejumlah warga tengah menjalani selamatan di kompleks Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Senin (16/2/2026). Selamatan ini biasa digelar menjelang bulan Ramadan sebagi bentuk syukur dan persiapan mental spiritual menjelang Ramadan. 

Selamatan yang diselengarakan oleh Dhuri ini bukan yang pertama. Dia sudah beberapa kali menggelar selamatan tersebut. Selamatan diselenggarakan ketika ada hal mujur yang ditemui keluarganya. Misalnya saat dia terpilih jadi kepala desa atau anaknya lolos seleksi menjadi polisi.

“Selamatan ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah,” kata Dhuri.

Apa yang dilakukan Dhuri ini semula juga dilakukan oleh orangtuanya. Karena dirasa hal itu mampu meningkatkan rasa syukur dan mendekatkan diri kepada Allah, Dhuri masih tetap menjalankan selamatan tersebut. Seperti yang saat ini dia lakukan menjelang Ramadan.

Salah seorang sesepuh di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus Mastur membenarkan bahwa selamatan acap dilakukan oleh warga di Desa Colo atau sekitarnya.

Selamatan yang dilakukan di Makam Sunan Muria menurutnya selain mengingat jasa Sunan Muria juga untuk menyiapkan mental spiritual menjelang Ramadan.

Mastur yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM) mengatakan, warga di Desa Colo dan sekitarnya percaya bahwa Sunan Muria semula telah mengajarkan untuk tidak meninggalkan daun kelor, dadap, dan daun mengkudu dalam setiap selamatan.

Daun itu diolah dengan cara dimasak kuluban. Pesan itu masyhur di kalangan masyarakat. Mereka percaya pesan itu disampaikan oleh Sunan Muria untuk para pengikutnya.

“Maka setiap selamatan warga sini pasti tidak meninggalkan sayur kuluban dari daun itu,” kata Mastur.

Dan sekarang, kata Mastur, pesan yang disampaikan oleh Sunan Muria itu benar adanya. Daun-daun tersebut ketika dikonsumsi memiliki manfaat bagi tubuh.

Hal inilah yang kian memantapkannya berikut warga di lereng Muria untuk membuat sayur kuluban dari daun-daun tersebut dalam setiap selamatan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved