berita semarang
Pergerakan Tanah Jangli Meluas: 4 Rumah Roboh, 59 Warga Kampung Sekip Mengungsi di Musala
Dampak pergerakan tanah di Jangli Semarang meluas, 4 rumah roboh dan 59 warga diungsikan. Pemerintah siapkan opsi relokasi warga Sekip.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Dampak pergerakan tanah di Kampung Sekip, RT 7 RW 7, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, kian meluas.
- Jika sebelumnya hanya satu rumah yang roboh, kini jumlahnya bertambah menjadi empat rumah dalam rentang beberapa hari terakhir.
- Ketua RT setempat, Joko Sukaryono mengungkapkan, rumah yang dihuni Supriyadi menjadi yang pertama roboh, disusul rumah Supardi, Slamet Riyadi, dan terakhir rumah milik Sri.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Kondisi pergerakan tanah di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, kian mengkhawatirkan.
Dalam hitungan hari, jumlah rumah yang roboh akibat fenomena pergerakan tanah Jangli Semarang bertambah menjadi empat unit, menyusul meluasnya retakan dan pergeseran struktur tanah di kawasan tersebut.
Hingga Minggu (15/2/2026), sebanyak 59 jiwa dari 22 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi.
Sebagian besar warga terdampak kini bertahan di musala setempat sebagai titik pengungsian darurat, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat yang dianggap lebih aman.
Ketua RT 07 RW 07, Joko Sukaryono, mengungkapkan bahwa rumah milik warga bernama Sri menjadi yang terbaru ambruk setelah sebelumnya sempat bergeser sejauh dua meter.
"Rumah Bu Sri itu sebelumnya sudah miring dan geser sampai dua meter, akhirnya roboh. Saat ini Kampung Sekip akan ditetapkan sebagai zona merah atau zona berbahaya yang harus dikosongkan," ujar Sukaryono di lokasi pengungsian.
Baca juga: PSIS Semarang vs Persela: Tegar Infantrie Tegaskan Mahesa Jenar Ogah Masuk Lubang Playoff Degradasi
Intervensi Pemerintah Pusat dan Relokasi
Situasi krisis di Kampung Sekip ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Pada Sabtu (14/2) petang, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi bencana.
Dalam kunjungan tersebut, opsi relokasi warga Semarang yang terdampak menjadi prioritas utama untuk menjamin keselamatan jiwa.
Namun, rencana relokasi ini menyisakan kekhawatiran bagi warga. Salah satu warga terdampak, Supriyadi, yang rumahnya roboh pertama kali, mengaku masih bingung terkait masa depan tempat tinggal mereka lantaran lahan yang mereka tempati selama ini merupakan aset milik TNI AD.
"Saya tinggal di sini dari kecil, sejak 2001. Soal mau direlokasi ke mana kami belum tahu, apalagi tanah ini kan bukan milik pribadi, tapi milik TNI AD," kata Supriyadi yang kini harus terpisah dari anak istrinya demi mengungsi.
Baca juga: Lebih Sering Jadi Pelatih Tim Muda, Andri Ramawi Punya Beban Berat Pimpin PSIS Semarang
Tenda Pengungsian Baru di Zona Aman
Untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi dan pergerakan tanah susulan, warga bersama pengurus RT/RW mulai membangun tenda pengungsian mandiri di lahan terbuka yang berjarak 200 meter dari titik longsor.
Lokasi ini direncanakan akan menjadi tempat tinggal sementara warga selama dua bulan ke depan.
| Lebih Sering Jadi Pelatih Tim Muda, Andri Ramawi Punya Beban Berat Pimpin PSIS Semarang |
|
|---|
| Parkiran Curug Sikarim Wonosobo Longsor, 5 Motor Wisatawan Terseret, 3 Masih Dicari |
|
|---|
| Suporter Persak Kebumen Siap Jaga Kondusivitas saat Partai Final Lawan Persibangga |
|
|---|
| Starting XI PSIS Semarang Melawan Persela Lamongan: Vizcarra dan Krisna Jhon Jadi Juru Gedor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/meluas-patah-jangli.jpg)