Minggu, 26 April 2026

Pemprov Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Percepat Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng

Percepatan relokasi 900 rumah sebagai langkah preventif Gubernur Ahmad Luthfi di tengah ancaman curah hujan tinggi dan potensi bencana susulan.

Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/dok.humas Pemprov Jateng
BERI ARAHAN - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi percepat relokasi 900 rumah terdampak tanah gerak di Tegal hingga Batang demi keamanan warga. 

Ringkasan Berita:
  • Relokasi korban bencana tanah gerak dipercepat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
  • Sampai saat ini tercatat ada 900 rumah rusak dan terdampak masuk dalam daftar relokasi.
  • Terbanyak di Kabupaten Tegal, disusul Purbalingga, Pemalang, dan Batang.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan percepatan relokasi bagi 900 rumah yang terdampak bencana tanah gerak di sejumlah wilayah.

Langkah ini diambil guna menghindari risiko bencana yang lebih besar mengingat curah hujan yang masih sangat tinggi.

Data pemerintah provinsi mencatat Kabupaten Tegal menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 800 rumah masuk daftar relokasi, disusul Kabupaten Purbalingga (50 rumah), Pemalang (30 rumah), dan Batang (20 rumah).

Urgensi Huntara dan Keamanan Lahan

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa target utama saat ini adalah memindahkan warga dari pengungsian ke Hunian Sementara (Huntara) secepat mungkin.

Pemprov Jateng telah mengamankan lahan milik Perhutani sebagai lokasi pemukiman baru yang dinilai stabil secara geologis.

Baca juga: Kisah Kedekatan Gus Dur dan Kelenteng Hok Tik Bio Purwokerto Sejak 2005

"Kami sudah instruksikan ke bupati. Lahan sudah didapat di wilayah Perhutani. Sudah dicek, aman," jelas Ahmad Luthfi saat ditemui di Kota Semarang, Rabu (11/2/2026).

Lahan relokasi ini dirancang bukan sekadar tempat tinggal darurat. Luthfi memastikan aspek pendidikan anak-anak dan keberlanjutan mata pencaharian warga tetap menjadi prioritas dalam pemilihan lokasi tersebut.

Pendekatan Humanis Bersama TNI-Polri

Tantangan terbesar dalam relokasi bencana tanah gerak ini adalah meyakinkan warga untuk bersedia pindah.

Kekhawatiran akan kehilangan harta benda dan mata pencaharian menjadi alasan utama warga enggan beranjak.

Untuk itu, Pemprov Jateng menggandeng unsur TNI dan Polri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Pendataan harus lengkap oleh Dinas Sosial, mulai dari nama hingga harta benda yang dimiliki. Jangan sampai saat relokasi ada yang tercecer atau hilang," tandasnya.

Instruksi Status Tanggap Bencana Lokal

Selain fokus pada relokasi, Gubernur Luthfi meminta seluruh Bupati dan Wali Kota di Jawa Tengah untuk tidak ragu menetapkan status tanggap bencana lokal jika terjadi peristiwa darurat, meski dalam skala kecil.

Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Warga Korban Tanah Bergerak Tegal dapat Rumah dan Sertifikatnya 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved