Berita Jateng
Sempat Jaya, Pusat Perbelanjaan Pati Plaza Pragolo Kini Sunyi
Tempat yang dulunya digadang-gadang sebagai pusat keramaian dan UMKM di Kabupaten Pati ini kini tampak lengang
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI- Kondisi Plaza Pragolo Pati, yang berlokasi di Jalan Pantura Pati-Kudus Kilometer 4, Margorejo, kini memprihatinkan.
Tempat yang dulunya digadang-gadang sebagai pusat keramaian dan UMKM di Kabupaten Pati ini kini tampak lengang, meninggalkan hanya segelintir pedagang yang masih mencoba bertahan di tengah sepinya pembeli.
Untuk diketahui, Plaza Pragolo diresmikan dengan nama "Pasar Pragolo" pada 2016.
Namanya resmi diganti menjadi Plaza Pragolo pada Juni 2018. Perubahan nama ini dilakukan bertepatan dengan peresmian bioskop New Star Cineplex (NSC) di lantai dua gedung tersebut.
Pantauan Tribun Jateng, Selasa siang (10/2/2026), gedung yang menyandang identitas "Pusat Produk Unggulan Kabupaten Pati" ini terlihat sepi.
Beberapa pintu akses utama yang terbuat dari kaca tebal tampak terkunci rapat menggunakan rantai besi dan gembok, menunjukkan bahwa banyak area yang sudah tidak lagi terbuka untuk umum.
Lorong-lorong di dalam gedung tampak sunyi dengan pencahayaan seadanya.
Sebagian besar toko terlihat tertutup, dan hanya ada sedikit gerai yang menyisakan stok barang di dalamnya tanpa penjagaan.
Ruangan yang ditandai dengan papan "Produk Kerajinan" tampak kosong dari barang-barang seni atau hasil kerajinan daerah. Alih-alih menjadi ruang pameran, area tersebut kini justru digunakan untuk menyimpan tumpukan kardus dan galon air minum kemasan dalam jumlah besar.
Dalam area pujasera atau lapak kuliner di sisi barat, deretan meja dan kursi tertata rapi namun tidak terlihat adanya aktivitas pembeli. Dua pintu akses masuk juga ditutup dan terkunci.
Sementara, di deretan lapak kuliner di sisi timur, tampak hanya satu pedagang yang berjualan.
Pedagang tersebut adalah Ristiyati, warga Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo.
Dia nekat bertahan meski jumlah pengunjung menurun drastis dan kini hanya bergantung pada pegawai kantor di jam-jam tertentu.
Ristiyati telah berjualan makanan di Plaza Pragolo sejak tempat ini pertama kali berdiri.
Dia mengungkapkan bahwa masa kejayaan tempat tersebut berakhir sejak pandemi COVID-19 melanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/PLAZA-PRAGOLO-PATII.jpg)