Kamis, 28 Mei 2026

Berita Jateng

KITB Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja, Dewan Minta Warga Lokal Batang Diutamakan

Menurutnya, keberadaan kawasan industri raksasa tersebut harus menjadi peluang besar bagi warga sekitar

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
Dina Indriani/Tribun Jateng
Gedung Pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing dan terserap di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). 


Menurutnya, keberadaan kawasan industri raksasa tersebut harus menjadi peluang besar bagi warga sekitar, bukan justru didominasi tenaga kerja dari luar daerah.


Saat mengunjungi KITB, Doni menekankan masyarakat Batang harus menjadi prioritas utama dalam perekrutan tenaga kerja, terutama untuk posisi yang tidak membutuhkan keahlian khusus.


“Kalau tenaga kerja yang sifatnya unskilled atau tidak membutuhkan kemampuan terlalu tinggi, saya minta diprioritaskan untuk warga Batang,” kata Doni dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng, Jumat (22/5/2026). 

Turunkan pengangguran


Dia menilai, besarnya investasi yang masuk ke KITB harus sejalan dengan penurunan angka pengangguran di Kabupaten Batang


Dengan target penyerapan tenaga kerja yang disebut bisa mencapai ratusan ribu orang, keberadaan KITB dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah Pantura Jawa Tengah.


“Kalau targetnya bisa sampai 280 ribu pekerja, ini dampaknya luar biasa untuk Batang. Pengangguran bisa berkurang drastis,” ujarnya.


Namun demikian, Doni juga mengingatkan bahwa kebutuhan industri tidak hanya soal jumlah tenaga kerja, tetapi juga kualitas dan kesiapan kompetensi.


Karena itu, ia mendorong adanya kerja sama antara pengelola KITB dengan perguruan tinggi maupun lembaga pelatihan kerja untuk menyiapkan SDM lokal.


Menurutnya, pelatihan menjadi langkah penting agar masyarakat Batang tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan industri nasional yang kini tumbuh di daerahnya sendiri.


“Harus ada training atau pelatihan terlebih dahulu bagi warga yang belum siap. Jadi ketika industri membutuhkan tenaga kerja, masyarakat Batang sudah siap masuk,” jelasnya.


Selain warga Batang, Doni juga meminta agar kesempatan kerja nantinya turut dibuka bagi masyarakat dari daerah sekitar seperti Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Pemalang. 


Sementara untuk posisi yang membutuhkan keahlian khusus, perusahaan diperbolehkan merekrut tenaga profesional dari luar daerah.


Doni ingin keberadaan KITB tidak hanya menjadi pusat investasi nasional, tetapi juga mampu menciptakan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara nyata. (Ito) 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved