Minggu, 26 April 2026

Berita Jateng

Geger Api Abadi Mrapen Grobogan Padam, ternyata tak Ada yang Abadi

Mereka menilai penyebab nyala api Mrapen mulai meredup karena kondisi cuaca hujan

Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO
Pengelola Api Abadi Mrapen memastikan Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah telah padam, Minggu (3/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pengelola tempat wisata Api Abadi Mrapen sudah melihat api abadi tersebut mulai meredup pada akhir 2025 lalu. 


Mereka menilai penyebab nyala api Mrapen mulai meredup karena kondisi cuaca hujan. Namun, api abadi tersebut justru padam pada 1 Januari 2026 lalu baru diperiksa pada 3 Februari 2026.


"Ya pada tanggal 29 Desember 2025 nyala api mulai meredup, tetapi baru padam pada 1 Januari persisnya dipukul 07.00 WIB," kata Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi saat dihubungi.


Menurut Annas, para petugas di Mrapen pada awalnya mengira kondisi api tersebut padam karena berkaitan dengan cuaca yang akhir-akhir ini terjadi berupa hujan deras.

 Akan tetapi, selepas diperiksa oleh Dinas ESDM Jateng ternyata api padam karena pipa penyambung gas tersumbat lumpur.

"Informasinya  akan ada perbaikan sekitar mungkin seminggu untuk membersihkan sumbatan lumpur tersebut," terangnya.

Ia menyebut, kondisi serupa pernah terjadi pada tahun 2020. Ketika itu, penyebab matinya api Mrapen berbeda yakni adanya pengeboran ilegal di lingkungan sekitar Mrapen.


Selepas kejadian itu, terbit peraturan Desa setempat yang melarang aktivitas pengeboran maupun penggalian sumur di dekat Mrapen.


"Terutama penggalian sumur  lebih dari 10 meter," bebernya.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi ODGJ Ngamuk Tewaskan Anggota Satpol PP Kebumen


Gratiskan Tiket masuk Wisata


Imbas dari padamnya api Abadi Mrapen, pengelola wisata menggratiskan tiket kunjungan selama sebulan terakhir.

 Harga tiket masuk ke kawasan wisata tersebut dipatok Rp2.500 per orang. Tiket gratis akan diberlakukan sampai Api Abadi Mrapen menyala kembali.


"Kalau jumlah pengunjung ke sini kurang lebih  1.000 orang perbulan," bebernya.

Meskipun Api Abadi Mrapen padam, Annas menawarkan spot wisata lainnya yaitu Batu Bobot dan Sendang Dudo. 

Menurutnya, padamnya api Mrapen juga tidak berpengaruh ke jumlah pengunjung.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved