Berita Batang
Bukan Sekadar Seremonial,Pemkab Batang Bangun Ekosistem Kelengkeng dari Riset Hingga Rak Supermarket
Bupati Batang gandeng Indomaret & Undip untuk serap hasil panen kelengkeng lokal. Target 10 ribu pohon untuk kuasai pasar ritel nasional.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Kelengkeng khas Batang siap menembus pasar ritel nasional sekaligus menantang dominasi buah impor.
- Langkah konkret ini diawali dengan penanaman 300 pohon kelengkeng di lahan seluas 1,5 hektare milik BPK2U Undip, Kecamatan Bandar, Minggu (1/2/2026).
- Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa titik tekan program ini adalah kepastian pasar bagi petani.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Kelengkeng khas Batang siap menembus pasar ritel nasional sekaligus menantang dominasi buah impor.
Kepastian ini menyusul kolaborasi strategis Pemerintah Kabupaten Batang dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan Indomaret dalam membangun rantai pasok pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Langkah konkret ini diawali dengan penanaman 300 pohon kelengkeng di lahan seluas 1,5 hektare milik BPK2U Undip, Kecamatan Bandar, Minggu (1/2/2026).
Proyek ini menjadi purwarupa (pilot project) sebelum Pemkab melakukan masifitas penanaman hingga 10.000 pohon di berbagai wilayah seperti Kuripan, Subah, dan Limpung.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa titik tekan program ini adalah kepastian pasar bagi petani. Ia tidak ingin petani hanya bisa menanam tanpa tahu ke mana harus menjual hasil panennya.
"Lahan ini bukan sekadar lokasi penanaman, tetapi model pengembangan pertanian berbasis riset dan pasar.
Baca juga: BREAKING NEWS! Jafri Sastra Resmi Didepak dari PSIS Semarang
Hasil panen nantinya langsung diserap Indomaret. Pola ini akan kami replikasi di wilayah lain agar petani punya kepastian harga dan pembeli," ujar Faiz Kurniawan.
Riset Varietas Unggul dan Jaminan Pasar
Dalam ekosistem ini, Undip berperan sebagai penyedia lahan sekaligus pusat riset varietas.
Kepala BPK2U Undip, Bambang Waluyo, menyebutkan pihaknya tengah menyiapkan penelitian lanjutan untuk menciptakan varietas kelengkeng yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan daya tahan lebih baik.
Di sisi hilir, Indomaret telah menyatakan kesiapannya sebagai offtaker atau penjamin penyerapan hasil panen.
Baca juga: Ini Alasan PSIS Pecat Jafri Sastra dari Pelatih: Hasil Buruk Lawan Kendal Tornado FC
Executive Director Microeconomics Indomaret, Feki Octavianus, menilai kualitas kelengkeng Batang sudah mampu bersaing dengan produk impor.
"Jika suplai di Batang sudah kuat, distribusi akan kami perluas ke jaringan Indomaret nasional. Ini adalah bagian dari program one village one product kami untuk mengangkat potensi lokal," kata Feki.
Dengan target 10 ribu pohon ke depan, Pemkab Batang optimistis buah lokal ini tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga memiliki orientasi ekspor di masa depan.(ito)
| Ini Alasan PSIS Pecat Jafri Sastra dari Pelatih: Hasil Buruk Lawan Kendal Tornado FC |
|
|---|
| Detik-detik FEP Tenggelam di Embung Buloh Blora, Teman Korban Sempat Lari Minta Tolong |
|
|---|
| Banjir Pati Berujung Maut: Bakteri Kencing Tikus Mengganas, Lansia Paling Rentan |
|
|---|
| BREAKING NEWS! Jafri Sastra Resmi Didepak dari PSIS Semarang |
|
|---|
| Warga Sragen Kehilangan Murai Batu Senilai Rp 15 Juta, Pencuri Masih Bawah Umur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kelengkeng-batang.jpg)