Berita Brebes
Kecewa Hasil Konfercab 2025, Kader dan Puluhan Simpatisan PDIP Brebes Mundur
Puluhan simpatisan PDIP di Kecamatan Wanasari menyatakan kekecewaannya. Mereka mendatangi kediaman simpatisan senior PDIP, Suroso Bono Gesik
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Penolakan terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025-2030 terus bergulir
- Kader hingga simpatisan menyatakan protes, bahkan banyak pula yang sampai mengundurkan diri
- Puluhan simpatisan PDIP di Kecamatan Wanasari menyatakan kekecewaannya di salah satu kediaman pribadi simpatisan senior dari PDI-P, Suroso Bono Gesik, Selasa (13/1/2026).
TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Kondisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Brebes sedang tidak baik-baik saja.
Hal itu menyusul munculnya gelombang protes terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025-2030.
Brebes yang dikenal sebagai kandang banteng saat ini tengah goyah di kalangan intern.
Puluhan simpatisan PDIP di Kecamatan Wanasari menyatakan kekecewaannya di salah satu kediaman pribadi simpatisan senior dari PDI-P, Suroso Bono Gesik, Selasa (13/1/2026).
Bahkan, tak sedikit kader yang memilih untuk mundur dari partai moncong putih itu.
Mereka menilai hasil Konfercab di Hotel Patra Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (27/12/2025) lalu tidak sesuai harapan mereka.
Pasalnya, nama yang muncul justru bukan usulan dari mayoritas Pengurus Anak Cabang (PAC) serta kader dan simpatisan.
Simpatisan PDI-P Desa Pebatan, Wanasari Suroso Bono Gesik mengaku pada dasarnya tidak menolak kepengurusan baru di bawah Ketua Cahrudin, namun kecewa hasil Konfercab yang dinilai tidak mendengarkan arus bawah.
"Sebenarnya itu internal partai. Tapi kami sebagai simpatisan yang berada di luar boleh menilai. Intinya hasil Konfercab kami kecewa," ujarnya yang juga mantan anggota DPRD Brebes periode 1999-2024 dari PDIP.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Ditemukan Meninggal
Mantan ketua PAC Wanasari PDIP periode 1998-2023 mengungkap, langkah sejumlah kader yang memilih mundur dari keanggotaan partai, juga ternyata diikuti oleh simpatisan dari sejumlah kecamatan.
"Banyak yang menyampaikan ke saya dan musyawarah. Hasilnya memang menyatakan kecewa," kata Suroso yang juga pernah menjabat PAC Kecamatan Wanasari.
Suroro menegaskan hasil konsolidasinya, bahwa sejumlah simpatisan akan bergerak bersama, mengikuti sikap sejumlah kader yang sudah lebih dulu menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan surat pengunduran diri secara resmi.
“Di antaranya yang merasa kecewa yaitu Bapak Asrofi yang sudah mundur lebih dulu, kami simpatisan juga ikut menentukan sikap. Ini bukan hanya soal nama, tapi soal marwah partai yang harus dijaga,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah pengurus dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, juga ramai-ramai mengundurkan diri dengan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) ke kantor DPC PDI-P Brebes, Sabtu (10/1/2026).
Langkah itu diambil sebagai bentuk kekecewaan atas penetapan Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025–2030 yang dianggap tidak mendengarkan aspirasi akar rumput. Keputusan itu diambil bertepatan dengan hari jadi PDI-P ke-53 tahun yang jatuh 10 Januari 2026.
| BREAKING NEWS: Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Solusi Kuliah Tanpa Resign, Pekerja Serbu UT Purwokerto |
|
|---|
| Persibas Banyumas Jual Tiket On The Spot untuk Tribun Terbuka, Masuk Stadion Mulai Pukul 13.30 WIB |
|
|---|
| Dua Kader PDIP Brebes Mengundurkan Diri karena Kecewa dengan Proses Pembentukan Kepengurusan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/PAC-WANASARI-BREBES.jpg)