Berita Jateng
Jalan di Batas Kendal dan Kota Semarang Jadi Neraka Bagi Pengendara
Di titik itu pula, merupakan jalur pertemuan antara Pantura dengan mobil-mobil yang keluar dari exit tol, serta aktivitas galian C
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
"Beberapa waktu lalu di situ ada kecelakaan, orangnya meninggal dunia karena terpeleset material galian C yang membuat jalan licin,"
"Jangan sampai menunggu korban berikutnya untuk diperbaiki." tegasnya.
Riski juga pernah merasakan secara langsung melintas di jalur itu dalam kondisi hujan. Selain material yang berceceran, sejumlah truk galian C juga parkir di bahu jalan.
Sehingga memperparah kondisi lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Riski mengapresiasi langkah Pemkab Kendal yang sempat melakukan penertiban dan pembersihan material galian C di kawasan itu beberapa waktu lalu.
Namun, ia menilai upaya itu belum memberikan dampak jangka panjang.
"Saya apresiasi tindakan Bupati yang sempat menertibkan. Tapi faktanya, setelah ditertibkan, kondisinya sekarang kembali seperti semula," terangnya.
Anggota DPRD Kendal Fraksi PPP, Ahmad Sukri
bahkan menyoroti aktivitas galian C yang berada terlalu dekat dengan badan jalan. Aktivitas itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami mendorong agar aktivitas galian C ditertibkan secara tegas dan dilengkapi gorong-gorong, karena posisinya sangat dekat dengan jalan dan rawan membahayakan pengguna jalan,” sambungnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari akan segera melakukan penanganan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah untuk mengatasi persoalan tambang.
"Untuk penertiban kan memang kewenangan provinsi. Tetapi kami tetap punya tanggung jawab, kami juga merasa dirugikan terkait kerusakan jalan juga," tandasnya. (ags)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Jalan-berdebu-kendal.jpg)