Berita Jateng
Jalan di Batas Kendal dan Kota Semarang Jadi Neraka Bagi Pengendara
Di titik itu pula, merupakan jalur pertemuan antara Pantura dengan mobil-mobil yang keluar dari exit tol, serta aktivitas galian C
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Sisa hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal membuat kewaspadaan Fatoni dalam berkendara meningkat.
Di jalur pantura, tepatnya perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal, pekerja swasta itu kerap dibuat kesal saat melintas jalanan tersebut.
Lumpur yang terbawa dari aktivitas truk muatan galian C bercecer di jalanan. Fatoni pun mau tak mau harus memelankan laju motornya di jalur cepat.
"Pas hujan jadi licin jalannya, harus lebih jeli dan waspada," keluhnya, Sabtu (27/12/2025).
Perasaan was-was dan takut itu tak sepenuhnya lenyap. Fatoni membayangkan truk-truk besar di belakangnya, melaju cepat di saat ia memelankan laju motornya menghindari licinnya jalan perbatasan Kendal - Semarang itu.
Di titik itu pula, merupakan jalur pertemuan antara Pantura dengan mobil-mobil yang keluar dari exit tol, serta aktivitas galian C.
"Bisa dibayangkan kan kalau pas rame seperti apa, jalan licin harus menghindari truk-truk besar di belakangnya," paparnya.
Munadi, bahkan kerap kelilipan saat melintasi jalan berdebu di jalur perbatasan itu.
Dia pernah merasakan motornya melaju di antara deretan truk-truk galian C yang baru saja keluar dari aktivitas penambangan.
"Depan saya truk galian C, belakang saya juga truk galian C. Waktu itu posisi saya di tengah-tengah, panas-panas jalannya berdebu sekali," tutur pekerja swasta lain yang sering melintasi jalur Pantura Kendal - Semarang.
Dia pun berharap ada langkah nyata yang dilakukan oleh Pemkab Kendal untuk mengatasi masalah ini.
"Memang beberapa waktu lalu sudah ada penanganan, tapi kan itu setiap hari lewat terus," sambungnya.
Baca juga: Bupati dan DPRD Banjarnegara Sepakati Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah
Makan Korban
Anggota DPRD Kendal Fraksi Gerindra, Riski Aritonang mendesak Pemkab Kendal lebih tegas mengatasi persoalan galian C yang telah merenggut korban jiwa.
Dia tak ingin warga sipil lain menjadi korban berikutnya saat melintas jalur perbatasan Kendal dan Kota Semarang itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Jalan-berdebu-kendal.jpg)