Minggu, 12 April 2026

Berita Jepara

Dana Desa Gagal Cair, Pemdes Karimunjawa Jepara Pusing Gedung PAUD Batal Diperluas. Murid Bertambah

Rencana perluasan PAUD Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, gagal setelah desa gagal mencairkan Dana Desa tahap dua.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
WARTAKOTA/NUR ICHSAN
ILUSTRASI PAUD - Kegiatan belajar siswa PAUD Anyelir RW 04 Perumahan Griya Kencana 1, Karang Tengah, Kota Tangerang, Rabu (18/11/2021). Rencana perluasan PAUD Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, gagal setelah desa gagal mencairkan Dana Desa tahap dua. 

Ringkasan Berita:
  • Desa Karimunjawa Jepara batal memperluas PAUD lantaran Dana Desa tahap dua batal cair.
  • Padahal, perluasan PAUD diperlukan lantaran jumlah siswa yang terus bertambah sehingga ruang kelas menjadi sempit.
  • Ada 29 desa di Jepara yang gagal mencairkan Dana Desa tahap dua dengan nilai total mencapai Rp9,3 miliar.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Rencana Pemerintah Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memperluas gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kandas.

Pasalnya, Dana Desa tahap kedua gagal cair.

Padahal, perluasan PAUD sangat dibutuhkan mengingat jumlah siswa pendidikan anak usia dini tersebut terus bertambah.

Sementara, kondisi sekolah saat ini dinilai kurang memadai.

"Mau gimana lagi, mau protes juga tetap tidak bisa karena dananya memang tidak cair," kata Kepala Desa Karimunjawa, Arif Setiawan, Jumat (19/12/2025).

Baca juga: Bikin Pusing Kades, 29 Desa di Jepara Terancam tak Bisa Cairkan Dana Desa

Sebenarnya, setelah Dana Desa tahap dua tidak cair, pemerintah desa mencari solusi agar pengembangan gedung PAUD dapat berlangsung.

Di antaranya, menyisakan dana kegiatan sebagai sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dengan harapan dana itu dikembalikan pusat untuk kegiatan tahun 2026.

Ternyata, silpa yang diharapkan menjadi solusi juga menyimpan risiko. 

Anggaran tersebut belum tentu cair penuh pada tahun 2026 karena potensi pemangkasan dari pemerintah pusat.

"Kalau tahu begini, mungkin saya cairkan sedapatnya sebelumnya."

"Kecewanya, kemungkinan, silpa tahun depan tidak bisa kami capai karena pemangkasan begitu banyak," keluhnya.

Perluasan PAUD Desa Karimunjawa dinilai mendesak.

Jumlah murid terus bertambah sementara ruang belajar semakin sempit dan tidak nyaman.

"Kami ingin membangun PAUD. Muridnya banyak, ruangannya kecil."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved