Kamis, 23 April 2026

Berita Jateng

Anggaran Rp 12,2 Miliar, Proyek Jalan Banjarejo–Rowobungkul Blora Molor

proyek jalan yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 12,2 miliar itu ditargetkan selesai 15 Desember 2025.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Tribun Jateng/M Iqbal Shukri
PROYEK JALAN - Tumpukan grosok berem jalan masih menumpuk di area proyek jalan belum diratakan ke bahu jalan, Rabu (17/12/2025) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Proyek peningkatan jalan Banjarejo - Sambonganyar - Rowobungkul Kecamatan Banjarejo/Ngawen molor.


Pasalnya, proyek jalan yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 12,2 miliar itu ditargetkan selesai 15 Desember 2025.


Namun, sampai saat ini proyek tersebut belum selesai. Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com di lokasi, proyek jalan tersebut masih proses berem jalan atau pemberian grosok di bahu jalan.


Diketahui proyek jalan itu dikerjakan oleh CV Ari Mulya dari Bojonegoro, Jawa Timur.


Adapun untuk volume proyek tersebut yakni, jalan beton 4639,00 meter x 4,5 meter, talud beton PJ = 110 meter.


Pelaksana proyek, Mugiono, mengatakan untuk pengecoran jalan sudah selesai, tinggal pemberian grosok untuk berem jalan atau bahu jalan.


"Ini tinggal grosok berem jalan," ujarnya, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Kamis (18/12/2025).


Lebih lanjut, menurutnya lantaran terjadi keterlambatan dari waktu yang ditargetkan, otomatis terkena denda.


"Ya terkena denda, karena proyek belum selesai. (Berapa Denda per hari nya?) Denda itu nanti urusan kantor," terangnya.


Mugiono mengatakan lantaran pengerjaan proyek belum selesai, maka belum masuk PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima hasil pekerjaan.


Menurutnya akan dilakukan PHO setelah seluruh pengerjaan selesai, termasuk pengerjaan berem jalan atau bahu jalan juga sudah selesai, baru ada serah terima.


"Belum PHO, nunggu selesai semua baru PHO," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Honorer di Brebes Ngadu ke DPRD Minta Diangkat PPPK


Mugiono mengklaim waktu yang terbatas, menjadi kendala yang dihadapi sehingga terjadi keterlambatan pengerjaan proyek tersebut.


"Kendalanya ya waktu mepet. Lalu dananya keluar baru. Kalau dananya belum cair nggak berani mengerjakan," ujarnya.


Selain itu, menurutnya pasokan grosok untuk berem jalan juga jadi kendala.


"Pasokan (grosok) berem datangnya telat, katanya tambang juga banyak yang tidak beroperasi," terangnya.(Iqs)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved