Berita Kendal
Banjir di Kendal Meluas Hingga 8 Kelurahan, 7 Wilayah Lain Dilanda Longsor dan Angin Ribut
Hujan deras yang melanda Kendal mengakibatkan banjir, longsor, pohon tumbang, hingga angin ribut. Banjir ke Kecamatan Kendal meluas.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Hujan deras yang melanda wilayah Kendal mengakibatkan bencana alam di delapan kecamatan.
- Kondisi terparah terjadi Kecamatan Kendal dimana banjir yang terjadi meluas hingga delapan kelurahan.
- Selain banjir, wilayah lain mengalami longsor, angin puting beliung, juga pohon tumbang.
- Sejumlah bencana, terutama pohon tumbang, sudah berhasil ditangani.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Banjir dan longsor melanda sejumlah titik di delapan kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2025) petang.
Bencana alam ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
Delapan kecamatan yang terdampak di antaranya Kecamatan Pageruyung, Weleri, Ringinarum, Kangkung, Cepiring, Kendal, Limbangan, dan Rowosari.
"Iya, betul, itu karena hujan deras pada kemarin mengakibatkan beberapa titik terdampak bencana alam," kata Sekretaris BPBD Kendal Ahmad Huda Kurniawansah, Senin (15/12/2025).
Huda mengungkapkan, di Pageruyung, longsor melanda dua desa, yakni Desa Getasblawong dan Watudono.
Di Desa Getasblawong, longsor terjadi pada senderan tanah dan menimpa dinding sebelah kiri rumah milik Basuki, warga Dusun Getas Lor RT 05 RW 02.
Baca juga: Sungai Kendal Meluap Masuk ke Permukiman Warga, Ahmad Keluhkan Sedimentasi yang Tak Dikeruk 10 Tahun
Dikatakannya, rumah yang terkena longsor itu sebelumnya tengah direnovasi pemilik rumah.
Belum selesai renovasi, dinding rumah terkena longsoran.
"Rumah itu dihuni 9 orang, saat masih renovasi terkena longsor. Tapi tidak ada korban jiwa," tuturnya.
Sedangkan di Desa Watudono, longsor terjadi di Surokonto Wetan yang membuat sebagian akses jalan sempat tertutup material longsor.
Huda mengatakan, saat ini, material longsor telah dibersihkan dan jalan sudah bisa dilalui kembali.
"Itu menutup sebagian akses jalan, saat ini sudah ditangani dan bisa dilalui," sambungnya.
Sementara, di Kecamatan Weleri permukiman warga di Desa Sidomukti dan Manggungsari terendam banjir akibat limpasan Sungai Damar.
Air masuk ke permukiman sekitar pukul 17.00 WIB.
"Untuk yang pohon tumbang itu terjadi di jalan arteri Weleri di Desa Jenarsari."
"Jalan sempat tertutup. Setelah pohon tumbang dievakuasi, sekitar sejam kemudian, arus lalu lintas di arteri Weleri kembali normal." paparnya.
Angin Puting Beliung
Huda mengatakan, bencana alam juga terjadi di Kecamatan Ringinarum.
Setidaknya ada lima desa yang terdampak bencana alam, yaitu Desa Tejorejo, Wungurejo, Pagerdawung, Caruban, dan Ngawensari.
Dia mengatakan, di Desa Ngawensari, Caruban, Wungurejo, dan Tejorejo terdapat sejumlah pohon tumbang dengan berbagai diameter.
"Yang tumbang ada pohon jati, lamtoro, sama mangga."
"Paling besar diameternya itu 70 sentimeter dan sudah tertangani semua," sambungnya.
Selain itu, terdapat pula banjir limpasan sungai di Dusun Bojo, Desa Tejorejo, dengan genangan sekitar 20 sentimeter menggenangi permukiman warga.
Di Desa Pagerdawung, BPBD juga mencatat adanya angin puting beliung yang merusak rumah dan atap bangunan Pos Kesehatan Desa (PKD) sekitar pukul 16.30 WIB.
Angin puting beliung juga melanda Desa Sendangdawung di Kecamatan Kangkung.
Angin ribut tersebut juga merusak atap rumah warga, bahkan ada yang sampai roboh.
Baca juga: Sungai Kalibuntu Kendal jadi Destinasi Wisata Air padahal Dulu Penuh Enceng Gondok
Sementara itu, di Desa Kaliyoso, Kecamatang Kangkung, hanya terjadi pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan setempat.
Di Desa Gondang Kecamatan Cepiring, Huda menerima laporan adanya pohon tumbang.
"Sudah langsung ditangani warga, sudah bisa dilalui lagi," ujarnya.
Terbanyak di Kecamatan Kendal
Huda menerangkan, wilayah yang terdampak bencana paling banyak ialah di Kecamatan Kendal akibat luapan Sungai Kendal.
Luapan sungai yang terjadi sejak Minggu (14/12/2025) dini hari itu telah meluas ke 8 kelurahan, yaitu Kebondalem, Kalibuntu, Langenharjo, Pekauman, Ngilir, Pegulon, Balok, Patukangan dan Trompo.
"Genangan banjir limpasan sungai ini ketinggiannya sekitar 20 sentimeter."
"Untuk yang di Langenharjo juga ada pohon tumbang," tuturnya.
Di sisi lain, Huda juga mendapat laporan adanya tanah longsor yang menutup sebagian jalan di Desa Sumberahayu Kecamatan Limbangan.
Kemudian ada pula kejadian pohon tumbang di Dusun Gono Barat dan Dusun Gono Timur Desa Gonoharjo yang mengakibatkan akses jalan sempat tertutup.
Pohon tumbang juga terjadi di Desa Kebonsari Kecamatan Rowosari yang menimpa rumah hingga mengalami kerusakan ringan.
"Sekitar pukul 16:15 WIB kemarin, dan sudah langsung ditangani semua," tandasnya. (*)
| TBC di Kendal Tembus 440 Kasus pada Awal Tahun, Jadi Catatan Serius |
|
|---|
| Niat Silaturahmi Berujung Duka, Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Maut di Sidomukti Kendal |
|
|---|
| Pemkab Kendal Batal Gelar Open House Idulfitri, Bupati Tika Persilakan Warga Datang ke Rumah Pribadi |
|
|---|
| SPPG di Kendal Dapat Surat Peringatan dari BGN: Menu yang Dibagikan Tak Sesuai |
|
|---|
| Dikebut Jelang Mudik, Proyek Jalan Pantura Kendal-Semarang Senilai Rp250 Miliar Lampaui Target |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/15122025-longsor-di-getasblawong-kendal.jpg)