Kamis, 9 April 2026

Berita Semarang

Permukiman Dinar Indah Terendam Lagi, Air Masuk Permukiman dari Rembesan Tanggul

Hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB dengan intensitas cukup tinggi. Tak berselang lama, air mulai merendam lingkungan Dinar Indah

|
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Rezanda Akbar D
TERENDAM BANJIR - Warga Perumahan Dinar Indah menggunakan perahu karet mengungsi ke masjid atau rumah keluarga, Minggu (14/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari membuat air perlahan masuk ke Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Minggu (14/12/2025).
  • Kondisi tersebut membuat debit Sungai Babon meningkat hingga akhirnya meluap.
  • Di titik terparah, ketinggian air di bantaran sungai mencapai sekitar 120 sentimeter.
  • Sementara rumah warga yang berada paling dekat dengan sungai terendam air hingga setinggi sekitar 50 sentimeter.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Banjir seorang tak mau beranjak dari Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Bagaimana tidak, Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari membuat air perlahan masuk ke perumahan, Minggu (14/12/2025).

Fajar, warga setempat, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB dengan intensitas cukup tinggi. 

Tak berselang lama, air mulai merendam lingkungan permukiman sekitar pukul 14.00 WIB.

“Mulai hujan itu sekitar setengah dua siang. Air masuk ke perumahan kira-kira jam dua siang,” ujar Fajar.

Hujan deras tak hanya terjadi di kawasan Dinar Meteseh, tetapi juga di wilayah Ungaran. 

Kondisi tersebut membuat debit Sungai Babon meningkat hingga akhirnya meluap.

Air yang masuk ke permukiman tidak hanya berasal dari sungai, tetapi juga limpasan air hujan dari perumahan di sekitarnya yang mengalir ke wilayah RT setempat.

Baca juga: Hadirkan Suasana Nostalgia, Konser Dewa 19 Goyang Stadion Karang Birahi Brebes

Di titik terparah, ketinggian air di bantaran sungai mencapai sekitar 120 sentimeter.

Sementara rumah warga yang berada paling dekat dengan sungai terendam air hingga setinggi sekitar 50 sentimeter.

“Kalau yang dekat sungai itu air sudah masuk rumah sekitar 50 sentian. Di jalan malah bisa sampai dada orang dewasa,” katanya.

Warga kemudian mengungngsi ke sejumlah titik aman.

Sebagian mengungsi ke masjid yang berada di dataran lebih tinggi dan tidak jauh dari permukiman. 

Sebagian lainnya memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

“Warga alhamdulillah sudah diungsikan semua. Ada yang ke masjid karena lebih tinggi, ada juga yang ke rumah keluarga,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved