Sabtu, 18 April 2026

Wonosobo

Lewat Lagu 'Aku Bocah Jowo', Disdikpora Wonosobo Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

Disdikpora Wonosobo gelar Gebyar PPKS untuk perkuat karakter siswa SD-SMP. Padukan nilai spiritual lintas agama dan budaya lewat lagu Aku Bocah Jowo.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
GEBYAR APRESIASI, Suasana ratusan siswa SD dan SMP memadati Gedung Adipura Kencana saat mengikuti Gebyar PPKS Disdikpora Wonosobo, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter spiritual dan kecintaan pada budaya lokal. 

Ringkasan Berita:
  • Disdikpora Wonosobo gelar Gebyar PPKS di Adipura Kencana pada Kamis 11 Desember 2025. 
  • Program ini menyasar siswa SD dan SMP untuk penguatan karakter spiritual lintas agama. 
  • Kampanye budaya lokal digencarkan melalui lagu Aku Bocah Jowo agar siswa mencintai bahasa ibu. 
  • Sebanyak 700 siswa berprestasi hadir dan menerima apresiasi serta bantuan CSR dari Geodipa. 
  • Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein berharap program ini mencetak generasi cerdas dan bertakwa.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Gedung Adipura Kencana Wonosobo tampak riuh rendah oleh semangat ratusan pelajar pada Kamis (11/12/2025).

Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, hari itu menjadi momen penting bagi dunia pendidikan di kota pegunungan ini untuk meneguhkan kembali fondasi karakter generasi muda.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo menggelar acara bertajuk Gebyar Apresiasi Penguatan Percepatan Kompetensi Spiritual (PPKS).

Baca juga: Menang 3-1 Atas PSIW Wonosobo, Pelatih PSIS Semarang Mengaku Belum Puas. Ini Sejumlah Catatannya

Ini adalah langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak Wonosobo tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh secara spiritual.

Benteng Karakter Siswa

Kasi Kurikulum SD Disdikpora Wonosobo, Nardi, menjelaskan bahwa program PPKS ini dirancang menyasar siswa jenjang SD dan SMP. Tujuannya jelas, yakni menanamkan nilai-nilai spiritual agama sejak dini sebagai benteng moral di tengah gempuran zaman.

Uniknya, program ini bersifat inklusif dan lintas agama. Tidak hanya bagi siswa Muslim, namun juga merangkul siswa beragama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

“Gebyar PPKS kali ini dirangkai juga dengan kegiatan penyerahan bantuan untuk peserta didik yang penyandang disabilitas dari CSR, Geodipa," ucapnya.

Dalam praktiknya, siswa diajak mendalami tiga komponen utama: akidah, kitab suci, dan akhlak. Bagi siswa Muslim SD, targetnya adalah menghafal surat-surat pendek Juz 30. Sementara siswa SMP ditantang lebih dalam untuk menghafal sekaligus memahami artinya. Pola serupa juga diterapkan bagi siswa agama lain sesuai kitab suci masing-masing.

Cinta Budaya Jawa

Selain aspek religius, ada satu hal menarik yang menjadi sorotan dalam acara tersebut. Disdikpora Wonosobo menyisipkan misi pelestarian budaya lokal melalui lagu berjudul “Aku Bocah Jowo”.

Lagu yang digagas oleh para guru dan kepala sekolah di Wonosobo ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah upaya 'halus' untuk mengajak anak-anak kembali mencintai bahasa ibu mereka, Bahasa Jawa, yang kian hari kian jarang terdengar di kalangan anak muda.

"Tahun sebelumnya kegiatan ini dikenal sebagai selebrasi, namun kini dikemas lebih komprehensif dengan penyerahan apresiasi bagi para juara lomba," ujarnya.

Total ada sekitar 700 siswa yang hadir untuk unjuk gigi dan menerima apresiasi. Sebanyak 500 di antaranya adalah para juara dari berbagai kompetisi bergengsi seperti FTBI, MAPSI, OSN, O2SN, hingga lomba STEAM.

Apresiasi Wakil Bupati

Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, yang hadir di tengah-tengah para siswa, memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa di era yang serba cepat berubah ini, kecerdasan otak saja tidak cukup. Diperlukan 'rem' dan 'kompas' berupa nilai spiritual agar anak-anak tidak salah arah.

"Program ini diarahkan untuk membentuk lingkungan pendidikan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kondusif, berkarakter, dan penuh ketakwaan," ucapnya.

Keberhasilan program PPKS ini pun telah diakui secara luas, terbukti dengan masuknya program ini dalam jajaran tiga besar lomba Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP). Harapannya sederhana, kelak anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang santun, beretika, dan tidak lupa pada akar budayanya.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved