Sabtu, 18 April 2026

Cuaca Panas Menyengat Bikin Warga Kendal Sambat, BPBD: Dampak Pancaroba

Warga Kendal mengeluhkan cuaca terik dan menyengat saat siang hari. Saat ini, Kendal memasuki musim pancaroba.

Tribun Banyumas/Agus Salim Irsyadullah
MACET - Kemacetan lalu lintas di Jalan Pantura Kendal, tepatnya di Brangsong, akibat pengecoran jalan, Jumat (17/4/2026). Kemacetan membuat pengendara semakin merasakan cuaca Kendal yang lebih menyengat. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca terik saat siang hari di Kendal dikeluhkan warga.
  • BPBD Kendal mengungkapkan, cuaca terik saat siang hari dan tiba-tiba berubah hujan saat malam hari merupakan tanda Kendal masuk musim pancaroba.
  • Warga pun diminta waspada datangnya musim kemarau yang diperkirakan terjadi mulai Mei dengan suhu udara lebih panas.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Muhlisin langsung menenggak segelas es teh yang dipesan di warung tepi jalan saat terjebak kemacetan di Jalan Pantura Kendal, tepatnya di wilayah Brangsong, Jumat (17/4/2026).

Kemacetan imbas pengecoran jalan itu membuat pengendara seperti Muhlisin, makin merasakan gerahnya udara Kendal.

Bagi pekerja buruh lepas itu, cuaca panas di Kendal dalam beberapa terakhir terasa lebih menyengat. 

Hembusan angin yang diharapkan bisa menetralisir panas, justru menambah gerah.

"Anginnya itu angin panas, terus tadi tambah kejebak macet di jalan, rasanya prampang, kayak kena api," kata Muhlisin, Jumat.

Baca juga: Jawa Tengah Diperkirakan Alami Kemarau Panjang akibat El Nino, 123 Juta Liter Air Bersih Disiapkan

Aktivitas lapangan yang digelutinya membuat Muhlisin mau tak mau harus bekerja di bawah terik matahari yang menyengat. 

Dia pun kini mulai merasakan dampaknya. 

Muhlisin lebih merasa lelah dan suhu tubuhnya menghangat saat malam hari.

"Saya kipasan full kalau malam meski turun hujan, rasa sumuknya masih terasa," tuturnya.

Musim Pancaroba

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan cuaca panas yang terasa saat ini merupakan dampak dari musim pancaroba.

Pada fase ini, kondisi cuaca cenderung tak menentu, ditandai dengan perubahan cepat antara cuaca panas terik dan hujan yang turun secara tiba-tiba. 

"Di Kendal, saat ini, kalau siang panas, dilanjut malamnya sering hujan," katanya.

Iwan menambahkan, kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir April. 

Setelah itu, musim akan berganti menjadi kemarau mulai Mei hingga Agustus.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved